BPS: Luas Panen 2024 Meningkat, Produksi Padi dan Beras Naik
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat adanya peningkatan luas panen yang berpengaruh pada produksi padi dan beras di Lampung pada 2024.
Dwiyana Suharyati, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Lampung mengatakan luas panen padi pada 2024 mencapai sekitar 531,72 ribu hektare, mengalami kenaikan sebesar 1,61 ribu hektare atau 0,30 persen dibandingkan luas panen padi di 2023 yang sebesar 530,11 ribu hektare.
"Berdasarkan hasil Survei KSA, realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2024 mencapai sekitar 531,72 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sebesar 1,61 ribu hektare (0,30 persen) dibandingkan 2023 yang sebesar 530,11 ribu hektare," katanya dalam keterangannya, Selasa 4 Maret 2025.
Puncak panen padi pada 2024 mengalami pergeseran ke Bulan Mei, dari sebelumnya terjadi pada April 2023.
Luas panen padi pada Mei 2024 adalah sebesar 128,17 ribu hektare, sedangkan pada April 2023 luas panen padi mencapai 111,67 ribu hektare.
Dengan naiknya luasan panen padi berpengaruh pada peningkatan produksi padi dan beras. Untuk produksi padi pada 2024 yaitu sebanyak 2,79 juta ton GKG,
mengalami kenaikan sebanyak 33,45 ribu ton atau 1,21 persen dibandingkan produksi padi di 2023 yang sebanyak 2,76 juta ton ton GKG.
"Produksi padi tertinggi pada 2024 terjadi pada Bulan Mei, yaitu sebesar 640,48 ribu ton GKG sementara produksi terendah terjadi pada Bulan Januari, yaitu sekitar 19,18 ribu ton GKG," tambahnya.
Jika perkembangan produksi padi selama tahun 2024 dilihat menurut Subround, terjadipenurunan produksi padi pada Subround Januari−April 2024 yaitu sebesar 365,26 ribu ton GKG (31,39 persen) dibandingkan periode yang sama pada 2023.
Penurunan produksi padi tersebut disebabkan karena adanya penurunan luas panen padi pada Subround Januari−April 2024, sebesar 67,01 ribu hektare (32,21 persen) dibandingkan periode yang sama pada 2023.
Bps
bps Lampung
panen padi
Padi
beras
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
