Begini Cerita Wagub Jihan Bertemu Anak yang Dirantai Ibu Kandung di Mesuji
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela membagikan kisah haru usai pertemuannya dengan seorang anak perempuan di Mesuji yang sempat dirantai oleh ibu kandungnya sendiri.
Kisah ini ia ungkapkan melalui akun Instagram pribadinya @jihanchalim, dan menggambarkan kondisi keluarga yang begitu kompleks serta penuh keterbatasan.
Dalam unggahan tersebut, Jihan menceritakan bahwa sang ibu, yang ia sebut Ibu E, menikah pertama kali di usia yang sangat muda, yakni 14 tahun.
Dari pernikahan itu, ia dikaruniai seorang anak laki-laki bernama S, yang kini berusia enam tahun. Tak lama setelah menikah, suaminya meninggal dunia.
Tak berselang lama, Ibu E kembali menikah dengan suami keduanya yang juga memiliki latar belakang pendidikan rendah bahkan keduanya tidak menyelesaikan sekolah dasar.
Dari pernikahan kedua ini, mereka dikaruniai seorang anak lagi, T, yang kini berusia dua tahun.
Namun, ujian berat datang ketika anak kedua tersebut lahir dengan penyakit jantung bawaan dan kondisi labiopalatoschizis (bibir sumbing dan langit-langit mulut terbelah).
Karena penyakit dan keterbatasan ekonomi, anak T mengalami stunting dengan berat badan hanya sekitar 5,3 kilogram. Keluarga kecil ini tinggal di kawasan Register, wilayah yang sulit dijangkau bantuan pemerintah. Bahkan, tempat tinggal mereka disebut masih menumpang.
Menurut penuturan Jihan, peristiwa perantaian anak S bermula dari kekhawatiran orang tuanya. Ibu E dan suaminya takut anaknya bermain ke sungai atau jalan raya karena sebelumnya S pernah hampir hanyut di sungai.
Atas dasar itulah, mereka nekat “merantai” anak S agar tidak keluar rumah.
Mesuji
anak dirantai
wagub jihan
wakil gubernur lampung
Jihan Nurlela
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
