Begini Cerita Wagub Jihan Bertemu Anak yang Dirantai Ibu Kandung di Mesuji

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

21 Oktober 2025 08:29 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Foto Biro Adpim
Rilis ID
Foto Biro Adpim

“(Padahal) merantai anak tentu tidak dibenarkan,” tulis Jihan.

Namun, menurutnya, tindakan itu lebih disebabkan oleh kondisi ekonomi dan sosial keluarga yang begitu terjepit. 

Saat kejadian, Ibu E tengah membawa anak keduanya ke rumah sakit di Lampung Tengah untuk kontrol penyakit jantung. 

Karena tidak memungkinkan membawa S, sementara suaminya harus tetap bekerja sebagai buruh tani harian agar keluarga bisa makan, anak S akhirnya ditinggal dalam keadaan terikat.

Melihat kompleksnya masalah tersebut, Jihan memastikan pihaknya memberikan pendampingan khusus untuk kedua anak tersebut. Ia menyebut tim akan menjemput S dan T guna menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk asesmen praoperasi bagi penyakit bawaan yang diderita anak T serta intervensi gizi untuk keduanya.

“Kami fokus pada pendampingan terhadap anak-anak. Mohon doanya agar kami bisa membantu menyelesaikan masalahnya secara komprehensif,” tulis Jihan.

Kisah ini menjadi potret nyata bahwa kemiskinan dan rendahnya pendidikan masih menjadi tantangan besar di sejumlah wilayah. Melalui pendekatan kemanusiaan, Jihan berharap langkah pendampingan dapat memutus rantai masalah yang menjerat keluarga Ibu E, sekaligus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar. (*)


Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Mesuji

anak dirantai

wagub jihan

wakil gubernur lampung

Jihan Nurlela

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya