Whatsapp Layanan Listrik Gratis Berlaku Mulai 6 April, Begini Caranya...

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

3 April 2020 19:30 WIB
Nasional | Rilis ID
Ilustrasi listrik PLN. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.
Rilis ID
Ilustrasi listrik PLN. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.

RILISID, Jakarta — Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengumumkan layanan aplikasi pengirim pesan WhatsApp untuk pembebasan dan pengurangan tarif listrik dapat digunakan masyarakat mulai 6 April 2020.

"Kami mendapat laporan WhatsApp kami bermasalah, tetapi bukan dari pihak PLN, melainkan dari Whatsapp-nya. Mereka akan meng-upgrade karena traffic-nya tinggi. Nomor itu akan bisa berjalan mulai hari Senin, tetapi saat ini masih tahap perbaikan," kata Wakil Direktur Utama Darmawan Prasodjo dalam jumpa pers di Graha BNPB, sebagaimana ditayangkan lewat siaran langsung via Internet (streaming) di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Darmawan menganjurkan masyarakat untuk mengakses laman resmi PLN, http://www.pln.co.id guna mendapatkan informasi mengenai pembebasan tagihan listrik atau pengurangan tarif sampai 50 persen.

"Kami persilakan masuk ke website dan pilih menu pelanggan. Di sana, ada sub-menu 'stimulus COVID-19' seperti arahan Bapak Presiden (Joko Widodo, red). Silakan masukkan ID pelanggan atau nomor meternya dan masuk ke token listrik gratis. Saat token gratis berhasil didapatkan, dipersilakan memasukkan angka tersebut ke KWh meter agar dapat diskonnya sesuai arahan pemerintah," terang Darmawan.

Sementara itu, jika layanan WhatsApp sudah tersedia pada 6 April, masyarakat dapat mengirim pesan ke nomor 08122123123. "Ketik (pesan) apa saja, nanti dapat balasan. Masukkan ID pelanggan, nanti akan ada token listrik gratis yang kemudian bisa dimasukkan ke KWh meter," terang dia.

Perlu diketahui, tidak semua pelanggan berhak mendapat bantuan. Hanya ada dua kelompok yang menerima insentif, yaitu pelanggan listrik berkapasitas 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA bersubsidi.

Artinya, pelanggan listrik 900 VA yang memiliki kode 'M' pada nomor struk tagihan tidak mendapatkan bantuan pengurangan listrik sebesar 50 persen.

"Kalau pelanggan melihat struknya saat beli token, ada kode-nya R1M, M artinya mampu. Berarti walaupun 900 VA, mohon maaf mereka ini non-subsidi atau mampu sehingga tidak eligible (berhak, red) mendapatkan diskon," papar Darmawan.

Presiden Joko Widodo melalui jumpa pers pada akhir bulan lalu memutuskan membebaskan tagihan pelanggan listrik berkapasitas 450 VA dan mengurangi tarif sebesar 50 persen pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi.

Bantuan yang diberikan pada April, Mei, dan Juni 2020 itu bertujuan mengurangi beban masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya