Warga Pekon Way Ngison Diduga Hanyut saat Memancing
Ari Gunawan
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Pamit pergi memancing, Rusli warga Pekon Way Ngison, Kecamatan Batu Ketulis, Lampung Barat dilaporkan hilang.
Rusli diduga hanyut saat memancing di Sungai Wai Semaka, yang berada di Pemangku Menguk, Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau, Kabupaten setempat.
Kejadian berawal saat Suhada dan Rusli warga Pekon Way Ngison berangkat mancing di Sungai Way Semaka, Jumat (6/3/2020). Tiba di lokasi, Suhada dan Rusli berpencar untuk mencari lokasi atau spot mancing masing-masing.
“Waktu itu saya ke arah hilir sungai, sedangkan Rusli naik ke arah hulu sungai,” ujar Suhada, Sabtu (7/3/2020).
Namun menurut Suhada hingga waktu yang sudah dijanjikan untuk pulang temannya tersebut tidak terlihat, bahkan dirinya sempat mencari temannya itu hingga pukul 20.00 Wib.
“Saya sudah mencari kemana-mana dan memanggil si Rusli tapi tidak ketemu, karena takut kalau Rusli sudah pulang duluan dan hari juga sudah malam saya langsung pulang, tapi waktu ke rumahnya ternyata menurut keluarganya dia belum pulang,” jelas Suhada
Menurut Samsuar, salah satu warga yang ikut mencari korban di lokasi, hingga kini belum ada tanda-tanda keberadaan korban, minimnya petunjuk membuat warga masih belum bisa menjelaskan apakah korban hanyut atau telah terjadi hal lain.
“Mudah-mudahan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, tapi jika mendengar penjelasan dari teman korban, kemungkinan besar korban hanyut, karena teman korban sempat melihat rokok korban hanyut melintas di depannya yang berada di hilir,” ungkap Samsuar
Tim SAR BPBD, TRC, Satgas PB, Unsur TNI POLRI bersama masyarakat melakukan pencarian korban. dan Tim SAR kecamatan Suoh Berjaga jaga di seputaran sungai way semangka Suoh untuk mengantisipasi korban hanyut sampai ke wilayah suoh.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait tersebut dan Peratin Way Ngison belum bisa dimintai keterangan karena masih berada di lokasi pencarian, dan di lokasi juga minim jaringan internet. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
