Wapres: Tiga Helikopter Terjunkan Bantuan untuk Korban Gempa dan Tsunami di Sigi
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta
— Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, tiga helikopter telah diterjunkan untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat korban gempa bumi dan tsunami di daerah-daerah yang sulit terjangkau seperti Sigi dan Donggala,Sulawesi Tengah.
"Kita sudah siapkan tiga helikopter. Sejak kemarin sebenarnya sudah dikirim dengan helikopter makanan, roti dan macam-macam, juga persediaan logistik di daerah-daerah yang agak ketinggian, di Sigi, di Donggala, sudah," kata Jusuf Kalla di Istana Wapres Jakarta, Kamis (4/10/2018).
Ketiga helikopter yang membagi logistik ke daerah-daerah terisolasi tersebut dua di antaranya milik TNI dan satu lainnya milik Palang Merah Indonesia (PMI).
Upaya penanganan tanggap darurat menurutnya, untuk menyelamatkan korban yang masih hidup dan mengevakuasi jenazah korban dari reruntuhan bangunan.
JK mengatakan, tiga fokus utama pemerintah dalam penanganan bencana adalah, untuk mengevakuasi jenazah, mengobati korban luka dan terakhir memberikan kebutuhan logistik untuk pengungsi.
"Iya itu tahap awal. Sekarang menyelamatkan orang dulu. Jadi tanggap darurat itu tiga intinya, mengevakuasi yang meninggalm menyelamatkan yang luka-luka dan kesehatan dan memberi kehidupan makanan terus untuk yang hidup," jelas Ketua Umum PMI itu.
Sementara itu, untuk bantuan dari internasional, Pemerintah Indonesia telah memberikan izin masuk bagi lima negara hingga Kamis, yakni Singapura, India, Australia, Selandia Baru, dan Qatar. Sedangkan izin masuk untuk Jepang dan Amerika Serikat masih dalam proses oleh Kementerian Luar Negeri.
Seperti diketahui gempa dan tsunami menerjang Palu dan Donggala Jumat Pekan lalu (28/9/2018). Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hingga Rabu (3/10/2018) korban tewas tercatat 1.177 yang ditemukan di Palu, 153 orang ditemukan di kabupoaten Donggala, 65 orang ditemukan di Kabupaten Sigi dan 12 orang di Kabupaten Parigi Moutong.
"Sementara yang luka berat ada 2.549 orang, yang hilang ada 113 orang, dan yang tertimbun 152 orang. Adapun pengungsi jumlahnya lebih dari 73 ribu orang," kata Sutopo.
Total jumlah korban tewas akibat gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami di Sulawesi Tengah itu 1.407 orang. Mereka kebanyakan tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa, ataupun terseret arus ketika tsunami. Dari jumlah tersebut, sebanyak 519 korban telah dimakamkan di TPU Paboya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
