Tiga Kelurahan di Ternate Barat Terdampak Erupsi Gunung Gamalama

Elvi R

Elvi R

Jakarta

5 Oktober 2018 10:58 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID Lampung
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID Lampung

RILISID, Jakarta — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) menyatakan, tiga kelurahan di Ternate Barat terdampak abu vulkanik letusan Gunung Gamalama pada Kamis (4/10/2018).

"Selain itu, seluruh lurah di kawasan terdampak abu vulkanik akan dikumpulkan untuk mengantisipasi adanya lahar dingin saat musim hujan," kata Kepala BPBD Kota Ternate, Hasyim Yusuf seperti di lansir dari Antara, di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Letusan Gunung Gamalama itu langsung diantisipasi BPBD dan pemerintah kecamatan setempat dengan membagikan masker ke warga di Ternate Barat. Terutama, tiga kelurahan diantaranya yang paling besar dampaknya adalah Kelurahan Takome, Loto dan Togafo.

Saat ini, BPBD Kota Ternate pun sudah mendistribusikan satu karton masker untuk masyarakat setempat. Menurut Camat Ternate Barat, warga di lokasi masih membutuhkan tambahan masker.

Seperti diketahui, keterangan resmi Badan Geologi PVMBG Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama menyatakan, status Gunung Gamalama saat ini Level II (Waspada). PVMBG rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Gamalama. Pengunjung dan wisatawan dilarang untuk beraktifitas di dalam radius 1.5 kilometer dari kawah puncak Gunung Gamalama.

Selain itu, pada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran berhulu di Gunung Gamalama agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar.

Bahkan, untuk status Gunung Gamalama belum perlu dinaikkan karena situasi masih memadai untuk erupsi saat ini.

Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat agar tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa. Selain itu, diimbau untuk mencari informasi dari sumber terpercaya serta tidak menyebarkan informasi yang dapat membuat resah masyarakat.

Gunung api Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara (Malut), Kamis, pukul 11:52 WIT mengalami erupsi dengan mengeluarkan asap berwarna putih kelabu setinggi 250 meter dari puncak awal.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama, Darno Lamane mengatakan, abu vulkanik dari erupsi Gunung api Gamalama terbawa angin ke arah barat laut dan jatuh di wilayah Kecamatan Ternate Barat dan Pulau Ternate.

Walaupun Gunung Gamalama erupsi, statusnya masih tetap waspada level II. Namun, terus dilakukan pengamatan untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik gunung itu.

Darno mengatakan, perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Gamalama sudah menunjukkan peningkatan sekitar pukul 10:00 WIT dan pada pukul 11:52 WIT terjadi erupsi. Sementara itu, belum diketahui kapan akan kembali erupsi, karena tergantung dari kondisi aktivitas vulkanik di gunung tersebut.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya