Terdampak Corona, Pemasaran Ikan Nila Lambar Turun

Ari Gunawan

Ari Gunawan

Lampung Barat

9 Juli 2020 12:51 WIB
Daerah | Rilis ID
Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan, Umi Fitriyah pada Dinas Perikanan setempat. Foto: rilislampung.id/Ari Gunawan
Rilis ID
Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan, Umi Fitriyah pada Dinas Perikanan setempat. Foto: rilislampung.id/Ari Gunawan

RILISID, Lampung Barat — Pemasaran ikan nila Keramba Jaring Apung (KJA) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengalami penurunan, dampak dari adanya pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Dari total 350 KJA yang ada di Kecamatan Lumbok Seminung, Lambar, per harinya dapat menghasilkan 15 ton ikan Nila. 

Kendati demikian, permintaan ikan nila tersebut semasa pandemi Covid-19 menurun hingga 20 persen. Hal tersebut diungkapkan oleh kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pembudidayaan Ikan, Umi Fitriyah pada Dinas Perikanan setempat, Kamis (9/7/2020).

"Jumlah produksi ikan nila KJA tetap, namun terkendala pada penjualannya, dari penjualan sebelumnya turun hingga 20 persen, dampak dari adanya pandemi Covid-19, hajatan, perkumpulan, dan lainnya ditiadakan sehingga pembeli ikan hanya pada sekala kecil atau rumahan saja," ungkap Umi Fitriyah.

Umi mengaku, untuk skala besar beberapa bulan belakangan ini permintaannya tidak ada, sementara ikan KJA tetap di beri pakan sehingga ikan besar menumpuk.

Lebih lanjut Umi menjelaskan, Ikan KJA yang sudah besar tersebut sangat susah untuk dipasarkan, karena itu pihaknya melakukan terobosan yakni dengan pemasaran ikan fillet.

"Ada perusahaan di daerah panjang yang sanggup menampung ikan besar, sedangkan untuk dealnya mereka mampu menampung berapa belum ditentukan," tutup Umi. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya