Sulit Terjangkau Logistik, Warga Lombok Milih Bertahan di Pengungsian

Default Avatar

Anonymous

Mataram

4 September 2018 12:45 WIB
Daerah | Rilis ID
FOTO: Instagram/@sekolahrelawan
Rilis ID
FOTO: Instagram/@sekolahrelawan

RILISID, Mataram — Warga terdampak bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, hingga kini terlihat masih banyak yang bertahan di kawasan pengungsian.

Terlihat, warga masih bertahan di kawasan pengungsian banyak terlihat di kanan kiri sepanjang jalur utama bagian Timur Pulau Lombok. 

Beragam bentuk dan warna tenda pengungsian terhampar di sejumlah tanah lapang.

Suasana pengungsian ini terlihat mulai dari Kecamatan Pringgabaya sampai Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, yang berbatasan dengan Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Bahkan tidak sedikit di antaranya warga dari kawasan perbukitan Kaki Rinjani, baru turun dan membuka tenda pengungsian di pinggir jalur utama bagian Timur Pulau Lombok ini.

Seperti kawasan pengungsian di pinggir jalur utama wilayah Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Salah seorang warga Desa Puncak Jeringo, Kecamatan Suela, Lukman, mengatakan terpaksa turun dari area perbukitan meninggalkan pekarangan rumahnya dan pindah ke tanah lapang yang ada di pinggir jalur utama karena alasan logistik dan kondisi tanah yang rentan longsor.

"Di atas susah dapat logistik, takut juga ada longsoran, makanya baru ini kita turun, buat tempat baru," ucap Lukman menjelaskan sembari memotong bambu untuk rangka tenda pengungsiannya yang baru.

Dengan memanfaatkan rangka bambu kering berlapis terpal yang nampaknya berasal dari bantuan donatur, kegiatan Lukman mewakili kesibukan warga yang ada di sejumlah titik pengungsian bagian Timur Pulau Lombok.

Tidak hanya alasan sulitnya menjangkau logistik, banyak juga warga pengungsian yang terlihat membenahi tendanya karena khawatir dengan hujan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya