Selama Lebaran, Warga Diingatkan Waspada Merapi

Default Avatar

Anonymous

Boyolali

11 Juni 2018 12:00 WIB
Daerah | Rilis ID
Kondisi Merapi. FOTO: Instagram/@watonjogja
Rilis ID
Kondisi Merapi. FOTO: Instagram/@watonjogja

RILISID, Boyolali — Warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) lereng Gunung Merapi di wilayah Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, diminta waspada saat merayakan Lebaran 1439 Hijriah.

"Kami mengimbau warga di daerah KRB Merapi yang hendak berlebaran di kampung halaman tetap waspada memantau perkembangan Merapi," kata Camat Selo, Jarot Purnomo, di Boyolali, Senin (11/6/2018).

Menurutnya, warga bisa memantau langsung kondisi puncak Merapi dan meminta informasi dari instansi terkait soal perkembangannya. 

Kondisi Merapi hingga kini statusnya tetap waspada. 

Jarot mengatakan, pihaknya berharap warga yang mudik ke wilayah Selo atau melintas jalur wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB) tetap berhati-hati karena jalan itu, merupakan jalur alternatif.

Selain itu, warga juga diimbau untuk menjaga kesehatan karena abu erupsi Merapi sangat mengganggu terutama pernapasan dan pengelihatan.

"Kami melarang masyarakat untuk sementara mendaki Merapi sampai dinyatakan aman dalam level normal kembali. Pendakian ke puncak ditutup sejak Merapi meletus," katanya.

Warga, lanjut Jarot, akan melaksanakan Salat Idul Fitri yang akan digelar di lapangan Desa Samiran Kecamatan Selo, pada Jumat (15/6/2018) mendatang.

warga yang tinggal dalam kategori KRB seperti Desa Tlogolele Selo Boyolali tetap akan berlebaran di kampung halaman mereka seperti biasa.

Menurut Kepada Desa Tlogolele, Widodo berlebaran di kampung halaman masing-masing seperti adat Jawa mereka saling bermaaf-maafan usai Sholat Idul Fitri. 
Namun, warga tetap diminta waspada karena Merapi statusnya waspada.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya