SYL Diajak ke Jakarta untuk Menjabat di KSP
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, mengaku kalau dirinya diajak untuk bergabung di pemerintahan pusat, membantu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) RI.
Dirinya mendapat surat yang diantarkan langsung oleh Tenaga Ahli Utama KSP RI, Ali Mochtar Ngabalin pada Rabu, 1 Agustus kemarin.
"Suratnya belum saya buka, tapi secara umum saya diminta untuk membantu Kepala Staf Kepresidenan," kata Syahrul yang ditemui di Makassar, Kamis (2/8/2018).
Namun, kata Syahrul, dirinya belum bisa memastikan apakah ia diminta untuk membantu secara struktural atau fungsional dalam organisasi tersebut, termasuk menerima atau menolak permintaan pusat.
Sebelumnya, Ali Mochtar Ngabalin datang ke Makassar pada Rabu kemarin untuk memberikan surat langsung kepada Syahrul Yasin Limpo.
"Jadi saya datang ke Makassar ini atas nama Kepala Staf Kantor Kepresidenan Republik Indonesia, Panglima TNI Jendral (Purn) Moeldeko," kata Ali.
Tenaga ahli utama setingkat dengan eselon 1B di Kedeputian IV KSP dan Juru Bicara Presiden itu, menyebutkan membawa surat spesial.
"Untuk Doktor Haji Syahrul Yasin Limpo, mantan Gubernur Sulsel, tugas penting ini saya datang. Dan beliau sebagai kader Partai Nasional Demokrat, ada koordinasi penting yang harus dilakukan, dengan pimpinan partai dengan kader-kader terbaik Partai Nasdem," ujarnya.
Ia memberikan bocoran bahwa negara membutuhkan orang-orang pintar, memiliki kemampuan intelektual, knowledge (pengetahuan) seperti Syahrul.
"Presiden Jokowi membutuhkan orang -orang yang punya pengalaman dan network karena itu saya datang ke Makassar, membawa surat khusus dari Staf Kepresidenan RI," ujarnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
