Rilis Padi Gogo Varietas Baru, Indonesia Optimis Jadi Lumbung Pangan Dunia
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
Sementara Inpago Rindang 2 Agritan merupakan padi gogo khusus untuk intercropping dengan tanaman perkebunan seperti kelapa, karet.
"Walaupun ternaungi, hasilnya bisa 7,39 ton per hektare," ungkap Ismail.
Varietas itu juga tahan terhadap cekaman abiotik, toleran terhadap kekeringan dan keracunan Al.
Peneliti Balai Besar Litbang Padi Sukamandi, Aris Hairmansis, menyebutkan, Badan Litbang Pertanian sebenarnya sudah memiliki belasan varietas padi gogo unggul dengan ciri khas keunggulan masing-masing. Misalnya Inpago 8 dan Inpago 10 yang rasanya pulen sehingga disukai suku Sunda, Jawa, dan Sulawesi.
Ada pula Inpago 9 dan Inpago 11 yang rasanya pera sehingga sangat disukai masyarakat Minang (Sumbar dan Riau) dan suku Banjar (Kalsel dan Kaltim). Selain itu, varietas Situpatenggang yang wangi dan Inpago 7 yang tergolong beras merah.
Sementara menurut Direktur Institut Agroekologi Indonesia (INAgri), Syahroni, hadirnya varietas padi ladang berproduksi tinggi dan berumur pendek mematahkan anggapan cita-cita lumbung pangan dunia hanya bisa terwujud dari sawah irigasi.
"Justru padi ladang menjadi harapan bagi Indonesia. Ia tidak rakus air dan dapat ditanam di manapun," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
