Rilis Padi Gogo Varietas Baru, Indonesia Optimis Jadi Lumbung Pangan Dunia

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

24 Juni 2018 12:06 WIB
Nasional | Rilis ID
Tanaman padi dengan menggunakan benih varietas unggul. FOTO: Balitbangtan Kementan
Rilis ID
Tanaman padi dengan menggunakan benih varietas unggul. FOTO: Balitbangtan Kementan

RILISID, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) merilis varietas baru padi gogo dengan hasil panen tinggi dan berumur pendek untuk pertanian di lahan kering yang disebut Inpago.

Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan, keberadaan padi gogo varietas baru itu, membuat Kementan optimis untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045 melalui pemanfaatan lahan kering, lahan rawa, dan lahan irigasi.

"Semua potensi lahan siap dikerahkan karena varietas unggul di setiap tipe lahan telah tersedia. Sebelumnya kita hanya bertumpu pada lahan irigasi," katanya melalui siaran persnya di Jakarta, Minggu (24/6/2018).

Dedi menjelaskan, potensi lahan kering untuk pengembangan padi gogo sangat besar. Yakni dari luas 80 juta hektare lahan kering yang sesuai untuk padi gogo mencapai 24,7 juta hektare. 

Lahan tersebut terbagi menjadi lahan kering masam seluas 2,1 juta hektare dan lahan kering iklim kering 3,7 juta hektare. Hasil riset Balitbangtan, imbuhnya, padi gogo itu dapat dipanen dengan hasil 7-10 ton per hektare pada umur 110 hari.

"Kita tak usah muluk-muluk, cukup hasilnya 4 ton per hektare, Indonesia sudah surplus pangan," ujar Dedi.

Saat ini, varietas padi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian berupa inbrida padi gogo (Inpago) yang dikenal sebagai padi ladang atau padi gogo. Inpago 12 g potensi hasilnya 10,2 ton per hektare dan pada umur 111 hari toleran terhadap keracunan Al dan kekeringan serta tahan penyakit blas ras 033.

Varietas itu jauh lebih unggul dibanding varietas lokal yang hanya 1-2 ton per hektare dengan umur panen 6 bulan.

Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Bogor, Ismail Wahab, menuturkan, varietas padi gogo lainnya adalah Inpago 9 dan Inpago Rindang 2 Agritan.

Untuk Inpago 9, hasil panen 8,4 ton per hektare dengan umur 109 hari, agak toleran terhadap keracunan Al dan kekeringan, serta agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan agak tahan terhadap penyakit blas ras 133.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya