Reses Perdana, Fraksi PSI DKI Kembalikan Dana ke APBD Rp752 Juta

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

20 Desember 2019 19:00 WIB
Daerah | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta selesai menyampaikan laporan penggunaan dana resesnya ke Sekretariat Dewan di Kebon Sirih, pada Kamis (19/12/2019).

Tercatat dalam kumpulan laporan tersebut, dari total fasilitas dana reses sebesar Rp2,44 miliar rupiah, Fraksi PSI Jakarta menggunakan Rp1,68 miliar dan sisanya sebesar Rp752 juta dikembalikan ke APBD. 

“Selama reses di November, Fraksi PSI telah menemui lebih dari 11.600 warga Jakarta. Keluhan-keluhan yang disampaikan warga membuat kami semakin sadar betapa rakyat sangat membutuhkan kerja nyata anggota DPRD khususnya di DKI. Kami catat semua yang menjadi keluhan warga untuk kami perjuangkan di ruang rapat tiap Komisi di DPRD DKI,” kata Ketua Fraksi PSI DKI, Idris Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/12/2019). 

Selama rangkaian reses pada 4 sampai 19 November itu, delapan anggota Fraksi PSI telah mengelilingi 102 titik lokasi di Jakarta.

Sejumlah keluhan warga muncul mulai dari pelayanan birokrasi yang lambat, pelayanan BPJS kesehatan yang belum maksimal, hingga keluhan warga yang belum mendapatkan Kartu Jakarta Lansia (KJL) meski sudah didata. 

Sekretariat DPRD menganggarkan Rp305 juta bagi tiap anggota DPRD. Mekanisme turunnya dana anggaran reses ini adalah DPRD memberikan dana sekitar 80 persen atau Rp224 juta di awal, kemudian sisa dana diberikan setelah anggota dewan menyerahkan laporan kegiatan resesnya.

Dari total Rp2.441.085.840 yang disiapkan untuk Idris dan kawan-kawan, Fraksi PSI hanya menggunakan Rp1,68 miliar, antara lain untuk biaya tenda, kursi, sound system, konsumsi, snack, dan alat tulis. 

“Sejak awal PSI sudah berkomitmen siap kerja dan siap diawasi. Begitu juga terkait dengan dana reses. Semua uang yang dianggarkan dari APBD kami pertanggungjawabkan. Jika ada sisa, kami kembalikan lagi ke APBD,” lanjut Idris. 

Idris menjelaskan, reses yang dilakukan kemarin ini terjadi bersamaan dengan pembahasan anggaran di DPRD DKI. Akibatnya, Fraksi PSI harus menyeimbangkan waktu persiapan pembahasan anggaran dan waktu reses yang berjalan sekaligus.

“Terus terang kami harus fokus menyiapkan bahan pembahasan anggaran. Kami tidak mau reses yang tidak maksimal dan akhirnya malah menghamburkan uang. Kalau ada titik reses yang sulit terlaksana karena berbenturan dengan agenda rapat, lebih baik tidak dilakukan dan dananya dikembalikan,” kata Idris.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya