Ratusan Personel Evakuasi Pendaki dari Rinjani
Anonymous
Mataram
RILISID, Mataram — Sebanyak 180 personel tim gabungan bergerak menuju Pelawangan Sembalun yang berada di ketinggian 2.600 di atas permukaan laut, untuk melakukan observasi dan evakuasi para pendaki yang masih terjebak di Gunung Rinjani, pascagempa berkekuatan 6,4 skala richter (SR) yang mengguncang NTB, Minggu (29/7/2018) pagi.
Kepala Balai TN Gunung Rinjani, Sudiyono, mengatakan tim dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama TNI, Polri, tenaga medis dan relawan atau pecinta alam sedang menyusuri jalur pendakian yang melewati dua jalur, yakni Bawak Nao dan Sajang 4.
Tim akan menyisir sepanjang jalur pendakian mencari pengunjung yang masih ada dan membagikan logistik serta obat-obatan.
"Diperkirakan tim tiba di Pelawan Sembalun sekitar pukul 15.00 WITA dan akan dibagi menjadi tiga kelompok," ujar Sudiyono, dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Senin (30/7/2018).
Ia mengatakan, Tim A yang terdiri dari mahasiswa pecinta alam (Mapala) tetap di Pelawangan dan melakukan penyisiran korban ke lokasi sekitar Pelawangan hingga menuju Puncak Rinjani dan bertugas mengamankan barang milik pendaki yang masih tertinggal.
Sedangkan Tim B yang terdiri dari BASARNAS, TNI, POLRI, TNGR, akan turun menuju lokasi berkumpulnya pendaki yaitu di Danau Segara Anak dengan ketinggian 2.010 mdpl dan diperkirakan tiba pukul 16.00 WITA.
Selanjutnya, Tim B akan melakukan evakuasi pendaki di danau dan melakukan penyisiran di area Danau Segara Anak, Air Panas dan Gua Susu.
Sementara Tim C, akan melakukan evakuasi jika ditemukan korban meninggal.
Hingga Senin(30/7) dini hari, jumlah pendaki TNGR yang diperkirakan naik sesuai daftar pengunjung adalah 820 orang.
Rinciannya yang naik pada Jumat (27/7/2018) sebanyak 448 orang dan Sabtu (28/7/2018) sebanyak 372 orang.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
