Ratna Sarumpaet Ngaku Bikin Hoaks, Hanura Bilang Begini 

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

3 Oktober 2018 23:02 WIB
Nasional | Rilis ID
Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Politisi Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir 'geleng kepala' atas kasus penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet yang terbukti palsu. Ia kasihan, berita yang tak terbukti setelah diselidiki polisi itu hingga membuat Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggelar konferensi pers mengenai Ratna.

Inas menyinggung pernyataan Prabowo yang mengaku kaget mendengar informasi bahwa Ratna dikeroyok. Apalagi, Prabowo juga sempat menyebut isu penganiayaan itu pengecut. 

Inas prihatin, mantan Danjen Kopassus dan Waketum Gerindra, Fadli Zon itu dibohongi. Ia pun menyebut Fadli-lah yang bertanggung jawab atas kekeliruan informasi yang diterima Prabowo. 

"Apakah pada tanggal 30 September 2018 Ratna Sarumpaet memberikan keterangan palsu kepada Fadli Zon? Kalau Prabowo ternyata menerima keterangan palsu begitu saja tanpa melakukan penelitian dahulu terhadap keterangan tersebut? Ini gila namanya! Bagaimana mungkin capres yang sudah berpengalaman nyapres bisa banget dikibulin?" ujar Inas di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

"Kalau tanggal 30 September Fadli Zon sudah mendapat keterangan dari Ratna, pastinya sih sebelum konferensi pers Prabowo, keterangan Ratna sudah diperoleh Prabowo dari Fadli bukan? Ini menarik," katanya sembari tertawa.

Anggota DPR itu lalu mempertanyakan apakah keterangan yang diterima Prabowo dari Fadli adalah keterangan yang disampaikan sesungguhnya dari Ratna Sarumpaet. Jika tidak, maka Prabowo ditipu anak buahnya sendiri.

Diketahui, Fadli Zon sempat bertemu dengan Ratna Sarumpaet. Fadli juga menyebut Ratna dikeroyok oleh 2-3 pria di Bandung, Jawa Barat.

"Apakah Ratna bercerita jujur kepada Fadli Zon? Apakah pernyataan Fadli Zon sudah sesuai dengan keterangan Ratna? Mosok sih Ratna enggak berkata jujur sama Fadli Zon, iya kan?"," sindirnya.

Namun, menjadi perhatian Inas adalah isu seputar Ratna yang akan merugikan Prabowo Subianto sebagai capres. Sebab Prabowo bisa tidak dipercaya rakyat yang akan memilihnya. 

"Mosok ada Capres yang berpengalaman nyapres berkali-kali mau berbuat seperti itu? Edan tenan bro. Mana mau rakyat percaya lagi sama Prabowo," pungkas Inas.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya