RSUD NTB: Mayoritas Pasien Korban Gempa Alami Patah Tulang
Anonymous
Tanjung
RILISID, Tanjung — Direktur RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Hamzi Fikri menyatakan mayoritas pasien gempa mengalami patah tulang.
"Sekitar 80 persen jenis luka pasien yang dirawat adalah patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat terjadi gempa," katanya di Tanjung, Selasa (7/8/2018).
Saat ini, jumlah pasien korban gempa yang sebagian besar berasal dari Kabupaten Lombok Utara ini dirawat di RSUD NTB mencapai 200 orang.
"Dan diperkirakan akan terus bertambah," ungkap Hamzi.
Untuk menangani para pasien tersebut, RSUD Pemerintah Provinsi NTB, menyiapkan dua ahli bedah ortopedi dan dua ahli bedah syaraf.
"Kami juga mendapat bantuan 30 tenaga medis dari UGM dan Makassar yang membawa seluruh perlengkapan medisnya," ujar Hamzi.
Menurutnya, agar mempercepat proses penanganan pasien tersebut, pihaknya menargetkan 100 orang bisa masuk meja operasi.
"Mulai hari ini kami lakukan operasi untuk 100 orang," ucap Hamzi Fikri.
Meski demikian, Hamzi mengatakan yang menjadi persoalan saat ini, yaitu satu pasien biasanya mengalami lebih dari satu patah tulang, sehingga memerlukan waktu untuk menangani seluruh pasien.
Terlebih, dengan terus masuknya pasien yang dirujuk ke RSUD NTB membuat banyak pasien harus dirawat di tenda darurat yang ada di selasar maupun areal parkir rumah sakit.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
