Puluhan Gajah Liar Rusak Pemukiman Warga di Aceh
Anonymous
Banda Aceh
RILISID, Banda Aceh — Sedikitnya 25 ekor kawanan gajah liar (Elephas maximus sumatranus) masuk ke pemukiman penduduk dan merusak rumah warga di Desa Semanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.
Salah seorang warga Desa Semanah Jaya, Muhat, mengaku, konflik gajah dengan manusia di pedalaman Aceh Timur itu belum selesai, sehingga kawanan binatang berbadan besar itu selalui masuk ke pemukiman penduduk.
Diakuinya, pemerintah setempat bersama lembaga lingkungan terus menyelesaikannya, namun hingga saat ini petani dan pekebun masih dihantui aksi keganasan binatang dilindungi itu yang saban hari merusak tanaman warga.
"Gajah-gajah liar ini merusak tanaman sawit, coklat, pisang dan karet milik warga di Dusun Lapangan Heli, Dusun Blang Gadeng dan Dusun Krueng Tuan," sebut Muhat, Jumat (25/5/2018).
Ia menyatakan, Desa Seumanah Jaya sudah menjadi langganan serangan binatang berbelalai panjang itu sejak tahun 2008.
Mustafa, pemilik kebun mengaku jumlah gajah yang masuk ke kebunnya di atas 25 ekor dalam dua kelompok.
"Saat ini gajah-gajah ini sudah masuk ke HGU milik PT Atakana, karena sebagian HGU milik perusahaan perkebunan itu terbengkalai dan tidak dibersihkan," ujar Mustafa.
Sementara itu, Camat Ranto Peureulak, Saiful, membenarkan adanya aksi amukan gajah liar di Desa Semanah Jaya.
"Soal adanya laporan gajah mengamuk kita sudah teruskan informasinya ke CRU Serbajadi, muda-mudahan segera tertangani," katanya menambahkan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
