Pengolahan Limbah Tinja Teratasi Tahun Depan

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

30 Juli 2018 20:01 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Kondisi kolam IPLT TPA Bakung yang over kapasitas, Senin (30/7/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta
Rilis ID
Kondisi kolam IPLT TPA Bakung yang over kapasitas, Senin (30/7/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILISID, Bandarlampung — Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Kota Bandarlampung, diakui over kapasitas. Jumlah volume limbah yang masuk melebihi daya tampung kolam pembuangan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Bakung, Setiawan Abadi, membenarkan jika kolam IPLT sudah over kapasitas. 

"Sejak dibangun pertama kali, kolam tersebut hanya menampung 15 meter kubik per hari, sementara lumpur tinja di Kota Bandarlampung yang masuk ke sini mencapai 70 meter kubik per harinya. Dengan rotasi kendaraan 20-25 rit setiap harinya paling banyak beroperasi pihak swasta. IPLT ini satu-satunya di Bandarlampung," kata Setiawan kepada rilislampung.id, Senin (30/7/2018).

Dia menuturkan, untuk menangani hal tersebut pihaknya hanya bisa melakukan pengerukan lumpur untuk menghindari over kapasitas. 
"Yang jelas kita hanya pengerukan lumpur tinjanya supaya tidak meluap," jelasnya.

Namun masalah itu segera teratasi. Sebab, tahun depan pemkot mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa normalisasi kolam IPLT. 

"Tahun ini pemkot dapat bantuan DED normalisasi kolam IPLT TPA Bakung, tahun 2017 kemarin kita mengusulkan bantuan itu kepada Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya. Mudah-mudahan pembangunan perbaikan kolam ini sesuai dengan hasil perencanaan DED tahun ini," jelasnya.

Disinggung mengenai berapa jumlah anggaran yang akan digelontorkan untuk normalisasi kolam IPLT, Setiawan mengaku tidak mengetahuinya. 

"Kalau itu kami tidak tahu karena bantuannya dari pusat. Tapi rencananya normalisasi nanti ada pergeseran kolam. Minimal sesuai dengan posisi sekarang 70 meter kubik sehari. Artinya ada pergeseran kolam, perbaikan saringan, jalurnya kita akan membuat kolam pengeringan lumpur tinja, sekarang tidak ada," pungkasnya.

Sementara Perusahan Daerah (PD) Kebersihan Bandarlampung, mengaku kesulitan menangani over kapasitas IPLT TPA Bakung.

Direktur PD Kebersihan, Zainul Bahri, mengungkapkan saat ini perusahaannya belum bisa mengambil langkah konkrit guna mengatasi permasalahan kolam tinja.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya