Nur, Gambaran Warga Miskin Tanpa Dukungan BPJS di Mesuji
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Bupati Mesuji, Saply TH, menjenguk pasien tidak mampu Nur Jannah (56), warga Dusun Talanggunung Desa Talangbatu, Mesuji Timur, Selasa (6/10/2020). Saply dalam kesempatan ini memberi santunan dan sembako.
Bupati menyatakan dirinya mendapat laporan dari warga jika ada pasien tidak mampu dan sakit diabetes di RSUD Mesuji.
Dia karenanya akan mengikutkan Nur sebagai Peserta Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang dibiayai ABPB Mesuji.
Menurut Saply, dirinya sudah sering meminta kepala desa dan camat memantau warganya jika ada yang sakit untuk dapat segera ditangani.
”Pemerintah daerah harus hadir melayani masyarakat. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan pasien ini lekas sembuh,” ujarnya didampingi Camat Tanjungraya I Komang Sutiaka dan Direktur RSUD Mesuji dr Hotmaida.
Di bagian lain, kondisi seperti pasien Nur Janah banyak terjadi di Mesuji. Banyak warga miskin tidak terdata dan masuk dalam PBI BPJS Kesehatan. Termasuk 12 ribu peserta BPJS yang kartunya dinonaktifkan sebelumnya.
Sementara, Kadis Sosial Gunarso mengklaim pihaknya sudah memverifikasi dan memvalidasi orang-orang yang akan dimasukkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
”Kita sudah lakukan verifikasi dan sudah berjalan 75 persen se-Kabupaten Mesuji,” katanya beberapa waktu lalu.
Namun terbukti, Nur yang dijenguk langsung Saply tidak terdata dan tidak masuk dalam BPJS Kesehatan. Malah baru akan dimasukkan dalam BPJS.
Satu contoh lain, Sihite (55), warga Desa Simpangmesuji, juga sampai hari ini masih menanti agar masuk dalam PBI BPJS Kesehatan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
