Mensos Sebut Bantuan Luar Negeri Hanya Barang Bukan Relawan, Ini Penjelasannya...

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

2 Oktober 2018 10:32 WIB
Nasional | Rilis ID
Gempa dan tsunami Palu, Donggala. ILUSTRASI: Istimewa
Rilis ID
Gempa dan tsunami Palu, Donggala. ILUSTRASI: Istimewa

RILISID, Jakarta — Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, bantuan internasional yang akan diterima untuk korban bencana gempa dan tsunami hanya berupa barang bukan bantuan relawan.

"Kemungkinan-kemungkinan itu hanya barang ya, jadi tidak mereka (relawan asing) masuk ke Indonesia apalagi ke lokasi," ujar Agus Gumiwang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Dia menjelaskan, bantuan logistik dari luar negeri akan dikoordinasikan dan didistribusikan oleh pemerintah. Distribusi berada dibawah koordinasi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

"Jadi kemungkinan besar kita terima dan nanti kita sendiri yang akan mendistribusiikan bantuan-bantuan itu," kata Agus.

Koordinator Bidang Perempuan, Pemuda, dan Inovasi Sosial tersebut mengungkap hal itu karena pemerintah hingga kini tidak menetapkan status bencana nasional untuk peristiwa yang menyebabkan 844 orang meninggal dunia tersebut.

Pemerintah juga membuka bantuan dari internasional karena banyaknya negara sahabat yang ingin membantu korban bencana.

"Presiden menyatakan bahwa negara-negara itu diperbolehkan untuk membantu tapi nanti akan dikoordinir seperti apa mekanismenya atau jenis bantuannya, nah itu akan dikoordinir kembali oleh menkopolhukam. Karena ada kan ada mekanisme betul-betul harus disiapkan," katanya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dia telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. Presiden telah menyatakan menerima bantuan internasional. 

"Saya baru saja menghubungi bu menlu di New York. Beliau mengatakan, presiden telah menyatakan menerima bantuan internasional sesuai kebutuhan korban," kata Sutopo lewat pesan tertulisnya.

Sutopo menuturkan, Indonesia menerima dengan tangan terbuka bantuan dari negara tetangga. Nantinya, bantuan itu akan dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto. "Artinya Indonesia welcome dengan tawaran internasional. Nanti akan dikoordinir Menko Polhukam Pak Wiranto," ujar Sutopo.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya