Menpar: Nias Layak Jadi Destinasi Utama Kelas Dunia
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
Kemudian untuk aksesibilitas, Nias harus memiliki bandara internasional.
“Bandara internasional menjadi kunci untuk menjadi destinasi kelas dunia. Ini telah dibuktikan di tempat lain yakni Banyuwangi. Pariwisatanya tumbuh 300 persen karena memiliki bandara internasional. Begitu pula Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara, pariwisata di sana sekarang tumbuh tiga kali lipat," ungkapnya.
Saat ini, Bandara Binaka Nias, baru dikembangkan dengan panjang landasan pacu 2.200 hingga 2.250 meter dan lebar 30 meter sehingga baru bisa didarati pesawat Bombardier CRJ 1000 berkapasitas 100 penumpang.
"Untuk menjadi bandara internasional, minimal panjang landasan 2.500 meter lebar 45 meter dengan kekuatan menahan beban 56 PCN supaya dapat didarat pesawat jenis Boeing 737-800," jelas Menpar Arief.
Tokoh masyarakat Nias, Yasona Laoly, mengajak pemerintah daerah di 4 kabupaten dan 1 kota bersama masyarakat Nias untuk memajukan pariwisatanya.
"Festival Ya’ahowu Nias 2018 menjadi agenda pariwisata andalan Nias dan harus diselenggarakan secara konsiten serta terus ditingkatkan kualiatasnya. Termasuk World Surfing League sebagai even yang membawa Nias dikenal ke seluruh dunia," tegasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
