'Meme' Pilkada Dinilai Tak Lagi Pengaruhi Publik

Default Avatar

Anonymous

Denpasar

28 Juni 2018 10:05 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRAS: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRAS: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Denpasar — Berbedarnya meme di media sosial pasca-Pilkada 2018 dinilai tidak sampai mengundang bentrok fisik. Karena, masyarakat dianggap sudah dewasa dalam menyikapi hal tersebut.

"Begitu pilkada selesai dan sudah ada quick count, maka aktivitas masyarakat sudah kembali seperti biasa," kata Psikolog Klinis RSUD Wangaya Kota Denpasar, Bali Nena Mawar Sari, di Denpasar pada Kamis (28/6/2018).

Psikolog yang juga pemerhati masalah anak dan remaja itu menjelaskan, meme-meme yang bahkan saling menjatuhkan, memang banyak di media sosial, namun hal itu hanya euforia.

Menurutnya, masyarakat sudah mulai terbuka dengan perbedaan pendapat. Apalagi, saat ini sudah ada UU ITE yang dapat mengontrol perbedaan pendapat secara keterlaluan

"Karena hal itu bisa dilaporkan ke aparat cyber kepolisian, Bawaslu, atau KPI," katanya.

Konsultan psikologi itu mengaku pilkada saat ini memang ada semacam cyber campaign yang kadang menjelek-jelekkan calon lain untuk menjatuhkan namanya.

Namun, kalau caranya sangat kasar akan justru mengundang antipati dari warganet, apalagi kalau terbukti hoaks (berita bohong). Generasi digital sekarang tidak mudah dipengaruhi.

"Tapi, efek sampai ke kejiwaan belum ada, kecuali lucu-lucuan saja, bahkan kalau tidak bisa melihat momentum, akan justru berbalik merugikan calon yang didukungnya," katanya.

Hingga kini, dirinya mengaku belum menerima atau mendengar dari institusi lain terkait adanya masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan pasca-pilkada.

Menurutnya, karena mungkin kondisi masyarakat yang sudah terbiasa dengan euforia politik praktis. Berbeda dengan beberapa tahun lalu di kontestasi pemilu.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya