Langkah Jokowi Tingkatkan Mutu Vokasi Dianggap Tepat untuk Bangun SDM Handal

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

24 Desember 2019 22:30 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Presiden Joko Widodo berkali-kali menyampaikan pentingnya sekolah vokasional untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang handal, trampil dan siap kerja guna menghadapi tantangan di masa depan.

Menurut anggota Komisi X DPR RI, Andreas Pereira, langkah yang dilakukan oleh Jokowi itu adalah tepat untuk menghadapi kompetisi global. Menurutnya, SDM Indonesia harus kompetitif dan produktif dalam dunia kerja, yang salah satunya melalui peningkatan mutu pendidikan vokasi. 

"Ini juga akan mendorong Indoensia untuk keluar dari middle income trap country menuju developed country.
Kalau bicara produktivitas nasional, Salah satu langkahnya adalah pendidikan vokasional," kata legislator yang membidangi pendidikan itu saat dihubungi wartawan, Selasa (24/12/2019). 

Andreas mengatakan, pendidikan vokasional akan melahirkan tenaga kerja trampil yang inovatif dan siap kerja. Apalagi, menurutnya, Indonesia akan juga akan mengalami bonus demografi. 

"Kita sedang dan akan mengalami bonus demografi di mana generasi milenial usia kerja kita yang mencapai hampir 40 persen dari penduduk Indonesia," ujar Andreas. 

"Mereka (generasi muda) ini harus disiapkan menjadi tenaga kerja produktif. Kalau tidak, akan terjadi pengangguran besar-an yang akan menyebabkan bencana untuk bangsa ini," sambungnya. 

Dihubungi terpisah pakar kebijakan publik Univesitas Trisakti, Trubus Rahardian, mengatakan, Jokowi memang di periode kedua ini lebih fokus pada pengembangan SDM di samping yang lainnya. 

Jokowi, kata dia, ingin Indonesia memiliki SDM terutama generasi muda yang kompetitif dalam rangka memasuki era revolusi industru 4.0 dan society 4.0. 

"Karena itu pengembangan SDM-nya lebih menekankan profesional, apeks inovasi dan aspek vokasi dan aspek jaringan dan pembangunan kapasitas capacity bulding karena arahnya Indonesia Emas 2045. Jadi hampir semua SDM diarahkan ke sana," kata Trubus. 

Yang dilakukan Jokowi, kata Trubus, sebenarnya bukan hal baru selama terkait pembangunan SDM. Hanya saja, menurutnya, apa yang disampaikan Jokowi berusaha mejauhi jargon dan lebih bersifat praktik.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya