Korban Gempa Sulteng Terus Bertambah, BNPB: 1.374 Jiwa Meninggal Dunia
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah korban yang meninggal dunia pascagempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, hingga Selasa (2/10) sore sebanyak 1.374 jiwa.
"Masih ada 113 jiwa dihilang," kata Kepala BNPB Willem R, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (3/10/2018).
Menurut Willem, masih ada jenazah yang tertimbun di bawah tumpukan bangunan dan longsor yang belum diketahui berapa jumlahnya.
Ia mengatakan, saat ini yang menjadi prioritas adalah upaya pencarian dan penyelamatan untuk mengevakuasi korban, dengan mengerahkan semua sumber daya manusia (SDM), mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian hingga relawan.
Untuk penanganan jenazah kata dia, sebanyak 483 jiwa yang sudah dimakamkan.
Sementara hari ini, sebanyak 257 jiwa akan dimakamkan, termasuk di Kelurahan Pantoloan 35 jiwa dan dimakamkan keluarga sebanyak 191 jiwa.
Sejumlah warga pesisir pantai di Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaili, Kota Palu, mengaku masih mencari sejumlah anggota keluarga yang hilang terseret air laut saat gempa dan tsunami, bermagnitudo 7,4 pada skala Ritcher, Jumat (28/9/2018) lalu.
"Sampai sekarang masih ada satu orang anak saya yang belum ditemukan," kata Nurjannah, salah seorang korban tsunami Palu.
Nurjannah menuturkan, saat itu, dia dan keluarga sedang berada di rumah dan tiba-tiba gempa terjadi.
Kala itu, di halaman rumah tanah sudah mulai retak dan mengeluarkan lumpur dan gas.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
