Komitmen Gubernur Lampung tentang Polemik Omnibus Law UU Ciptaker Dipertanyakan
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung (Simpul) mempertanyakan komitmen Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tentang polemik omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker).
Diketahui, pengesahan omnibus law UU Ciptaker menuai penolakan dari kaum buruh, mahasiswa dan pelajar usai disahkan DPR pada 5 Oktober lalu.
“Selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah, Gubernur Lampung harus mengambil sikap tegas dan responsif terhadap situasi semacam ini, apalagi di Lampung cukup menegangkan kemarin,” kata Ketua Simpul Rosim Nyerupa dalam siaran persnya, Minggu (11/10/2020).
Semestinya, lanjut Rosim, Gubernur Arinal mengambil langkah cepat seperti dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang berkirim surat ke Presiden Joko Widodo dengan melampirkan berbagai tuntutan pendemo. Termasuk sikap beberapa kepala daerah lainnya.
"Ini sudah bukan urusan legislatif lagi, karena undang-undang tersebut sudah disahkan, Urusan ini sudah ranahnya eksekutif. Selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah, Gubernur harus menyampaikan aspirasi masyarakat Lampung yang menolak disahkannya omnibus law UU Cipta Kerja,” ungkapnya.
Menurut dia, tidak ada lagi alasan untuk tidak menolak undang-undang sapu jagat tersebut. Tentunya dengan memberikan pertimbangan pada Presiden agar menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu).
“Hal ini juga demi mendinginkan hati masyarakat yang melakukan aksi besar-besaran terjadi lagi. Kenapa Gubernur ? Karena Gubernur yang punya suara langsung ke Presiden. Aksi yang dilakukan oleh masyarakat ini juga berkaitan dengan kepercayaan (trust) terhadap pemerintah," tegas aktivis muda asal Lampung Tengah itu.
Rosim pun menyayangkan ketidakhadiran Gubernur Arinal saat mahasiswa dan buruh melakukan aksi menolak UU Ciptaker di Kantor DPRD Lampung beberapa waktu lalu.
Padahal kehadiran Gubernur menurutnya, bisa jadi dapat menenangkan para demonstran sehingga tidak terjadi aksi anarkis yang banyak mengakibatkan pengerusakan fasilitas umum.
"Masa aksi ramai sekali, kalau tuntutan mereka langsung diakomodir oleh pemimpinnya, saya yakin kemarin itu tidak akan terjadi anarkis dan aksi yang berlarut hingga sore hari. Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat dalam situasi seperti ini sangat penting, untuk menenangkan hati masyarakatnya. Disinilah seni memimpin seorang pemimpin bisa kita lihat. Kita tidak lihat Gubernur kemarin, saya salut dengan apa yang dilakukan Ridwan Kamil, paling tidak apa yang menjadi tuntutan masyarakat diakomodir langsung," pungkasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
