Kegiatan Ekonomi di Lombok Dikabarkan Lumpuh Total
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Kegiatan ekonomi di Lombok diklaim lumpuh total pascagempa berkekuatan tujuh skala richter pada Minggu, 5 Agustus lalu.
Menurut Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, lumpuhnya kegiatan ekonomi salah satunya dikarenakan rusaknya lima jembatan di sejumlah wilayah tersebut.
"Di sana menjadi tempatnya masyarakat berlalu-lalang," kata Sutopo di Gedung BNPB pada Selasa (7/8/2018).
Tak hanya itu saja, ia mengatakan, putusnya aliran listrik di Lombok juga menjadi penyebab lainnya yang menghambat kegiatan perekonomian disana.
"Kendala dan hambatannya listrik masih padam di Lombok Utara dan di sebagian Lombok Timur, selain itu lima jembatan juga rusak sehingga menyebabkan kendala akses menuju lokasi menjadi sulit," tambah dia.
Menurutnya, kejadian putusnya jembatan dan masih padamnya listrik tersebut membuat sejumlah daerah terisolir.
"Ada pula beberapa daerah terisolir terutama di daerah Lombok Utara, mereka membutuhkan makan terpal, air bersih dan sebagainya," ujar Sutopo.
Berikut daftar lima jembatan yang putus akibat gempa:
1. Jembatan Tampes yang menghubungkan kecamatan Bayan dengan Kecamatan Kayangan.
2. Lokok Duren yang menghubungkan Kecamatan Kayangan dengan Kecamatan Gangga
3. Jembatan Luk
4. Jembatan Sokong yang mengalami kerusakan pada balok induk sepanjang 15 cm.
5. Jembatan Lokok Tampes
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
