Kabar Penganiaayaan Ratna, Demokrat Minta Tim Pencari Fakta Dibentuk

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

3 Oktober 2018 13:15 WIB
Nasional | Rilis ID
Ratna Sarumpaet. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani
Rilis ID
Ratna Sarumpaet. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani

RILISID, Jakarta — Ketua DPP Partai Demokrat bidang Advokasi dan Hukum Ferdinand Hutahaean mengatakan pihaknya bersikap netral dalam kasus dugaan penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet. Menurutnya, meskipun penyelidikan pihak kepolisian menyatakan, Ratna hanya melakukan operasi plastik, tetapi ia mengaku tak langsung percaya pada kedua keterangan berbeda itu.

"Saat ini posisi saya berpegang pada kedua keterangan yang ada. Satu sisi keterangan Ratna saya percaya benar, dan sisi lain keterangan Polisi juga saya anggap benar. Artinya bukan bersikap ganda, tapi saya tempatkan keterangan itu dalam derajat yang sama," katanya, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Ia pun menyampaikan, satu-satunya jalan yang harus ditempuh untuk mencari kebenaran yaitu dengan membentuk tim pencari fakta. Ferdinand mendukung bila kasus Ratna diselidiki kebenarannya.

"Saya tidak ingin menuduh salah satu pihak bohong atau tidak jujur. Maka satu-satunya jalan pembuktian adalah dibentuknya tim ad hoc independen. Tim Pencari Fakta untuk mencari kebenaran peristiwa ini karena ini sudah menyita seluruh perhatian publik. Jangan sampai bangsa juga terbelah karena peristiwa ini," tegasnya.

Ia pribadi menilai jika benar Ratna hanya melakukan operasi plastik namun ia tak melihat hasil operasi yang signifikan di wajah Ratna. Oleh karena itu, tim ad hoc pencari fakta, katanya, bisa meminta keterangan dari dokter yang menangani, memeriksa rekam medisnya dan meminta keterangan dari Ratna secara detil.

"Logika saya masih bertanya, operasi plastik apa yang dilakukan oleh Ratna? Mungkinkah operasi plastik yang dilakukan untuk menghilangkan bekas luka dan lebam atau memar? Karena yang saya pahami orang operasi plastik untuk mempercantik diri. Tapi kok Ratna tetap saja seperti semula? Inilah yang harus diusut," ungkapnya.

Kendati demikian apabila Ratna memang terbukti berbohong maka Ferdinand menegaskan pihaknya tak segan-segan meminta aparat hukum memprosesnya. "Jika Ratna berbohong, maka yang berangkutan layak dihukum," tegasnya.

Sebelumnya, diketahui Ratna Sarumpaet mengaku dianiaya oknum tak dikenal di kawasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Dari foto yang beredar di dunia maya, tampak lebam di wajah Ratna.

Lalu belakangan, beredar kabar bahwa dugaan penganiayaan terhadap Ratna hoaks. Pasalnya dari data sumber penyelidikan polda Bandung yang tersebar di whatsapp, menunjukan bahwa Ratna hanya melakukan operasi plastik.

Sementara itu, seperti dilansir dari Jawapos.com, Humas Bandara Husein Sastranegara Bandung, Mabruri menepis kabar pemukulan terjadi di bandara. Menurutnya tidak ada laporan terkait pemukulan tersebut.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya