KPK Ingatkan Warga Tak Pilih Calon Korup
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Mendekati masa pencoblosan di Pilkada serentak pada Juni 2018, KPK gencar mengingatkan agar masyarakat bijak dan teliti dalam memilih para calon kepala daerahnya
Menurut Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, yang terpenting ialah calon yang tidak meninggalkan beban untuk rakyatnya pasca terpilih.
"Beban berat itu bisa datang dari janji-janji yang tidak realistis, politik uang, tidak konsisten kata dan perbuatan," kata Saut dikonfirmasi, Senin (11/6/2018).
Ia pun menegaskan agar rakyat tidak terjebak untuk memilih calon yang punya rekam jejak soal politik uang. Meskipun dikatakannya, rakyat biasa tergoda ketika diiming-imingi uang, namun harus ingat dampaknya ke depan.
"Memilih pemimpin itu harus dengan pikiran hati dan perbandingan yang detail satu calon dengan calon yang lain. Jangan lihat di permukaan," ujarnya.
Untuk itu, Saut berharap, masyarakat dapat mencari kelebihan satu calon dari yang lain. Sehingga, mencari sosok calon pemimpun yang lebih banyak positifnya daripada negatifnya.
"Dan, Laporkan kalau ada yang main money politics ke pihak yang kompeten," kata Saut.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo juga menyebutkan bahwa 2018 dan 2019 adalah tahun politik dan rawan terkena racun demokrasi. Mengingat, dua tahun tersebut pilihan politik masyarakat di Indonesia akan berbeda.
"Tahun ini adalah tahun politik. Ada dua agenda besar di tahun ini, yakni Pilkada serentak dan Pipres 2019," kata Tjahjo.
Racun tersebut, kata dia tak hanya akan merusak peradaban, namun juga berpotensi merubuhkan sendi kenegaraaan. Karenanya, dia berharap agar momentum ini juga dapat tegas melawan.
"Mari kita harus melawan yang namanya politik uang, kampanye yang berujar kebencian, dan sebagainya," imbau dia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
