Jelang Pemilu, Netralitas TNI Sangat Diharapkan
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati, meminta jajaran TNI benar-benar menjaga netralitasnya jelang pelaksanaan Pemilu 2019.
"Pada tahun politik ini soliditas TNI-Polri merupakan suatu keniscayaan," kata Susaningtyas seperti dilansir Antara menanggapi peringatan HUT Ke-73 TNI, di Jakarta, Jumat (5/10/2018).
Menurut dia, perebutan kekuasaan akan memunculkan ruang perdebatan yang menjurus pada perang urat syaraf. Jika sedikit saja kepeleset akan berpotensi memunculkan permusuhan.
"Hal ini harus diantisiapasi jauh hari. Pihak yang dapat mencegah dan menanggulangi ini adalah TNI dan Polri," ujar dia yang akrab dipanggil Nuning ini.
Nuning menyebutkan, secara kekinian TNI harus menjaga tertatanya integrasi sistem informasi, interoperability sistem informasi hingga composability sistem informasi.
"Semua itu agar informasi perkembangan keadaan yan ada dapat terintegrasi dan diterima dengan tepat cepat oleh prajurit utamanya yang berada di lapangan sehingga tak ada kesalahpahaman," tutur mantan anggota Komisi l DPR ini.
Politikus Perindo ini mengatakan, pembenahan TNI harus diutamakan untuk peningkatan kompetensi dan kapasitas prajurit menjadi scholar warrior.
Menurut dia, kompetensi prajurit TNI harus mencapai tingkatan setara dengan kompetensi prajurit negara maju.
"Kapasitas prajurit TNI harus mencapai tingkatan intelektual akademik melakukan analisis berbagai operasi militer secara ilmiah," ujarnya.
Tidak hanya itu, pembenahan TNI juga diarahkan untuk mencapai efisiensi organisasi agar lebih responsif menghadapi berbagai jenis ancaman mulai dari ancaman militer, ancaman non-militer dan ancaman nirmiliter.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
