Ini Penyebab Ratusan Rumah di Petobo Palu Terendam Lumpur Hitam

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

3 Oktober 2018 21:58 WIB
Nasional | Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID
Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID

RILISID, Surabaya — Pakar Geofisika dari Institute Teknologi Sepuluh November (ITS), Amien Widodo, mengatakan, hilangnya kampung Petobo, Palu, Sulawesi Tengah terendam lumpur hitam saat gempa disebabkan kondisi tanah di wilayah itu buruk. 

Sehingga ketika terkena gempa, tanah menjadi gampang ambles dan menelan bangunan yang ada di atasnya. Ia menduga, wilayah itu memang dilewati garis patahan yang membuat getaran di wilayah itu sangat kuat. 

"Ya Likuifaksi karena digaris patahan dan kondisi tanahnya jelek dan jadi jelek. Misalkan tanah sawah kena air bisa dituang dan jadi lumpur," kata Amien, Selasa (2/10/2018).

Menurut Amien, diduga lapisan tanah yang kondisinya jelek itu sangat tebal. Sehingga, ketika ada guncangan langsung menyebabkan tanah ambles. 

"Kalau tebal sampai 50 meter dan sampai bawah. Bisa mencoba di aquarium dikasih pasir dan air diobok-obok kan bisa ambles," tambahnya. 

Sekadar diketahui, kondisi wilayah Petobo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah (Sulteng), masuk zona terparah yang terkena efek gempa 7,4 magnitudo. Ratusan rumah seolah hilang ditelan bumi. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya