Ini Penyebab Ratusan Rumah di Petobo Palu Terendam Lumpur Hitam
Budi Prasetyo
Surabaya
RILISID, Surabaya — Pakar Geofisika dari Institute Teknologi Sepuluh November (ITS), Amien Widodo, mengatakan, hilangnya kampung Petobo, Palu, Sulawesi Tengah terendam lumpur hitam saat gempa disebabkan kondisi tanah di wilayah itu buruk.
Sehingga ketika terkena gempa, tanah menjadi gampang ambles dan menelan bangunan yang ada di atasnya. Ia menduga, wilayah itu memang dilewati garis patahan yang membuat getaran di wilayah itu sangat kuat.
"Ya Likuifaksi karena digaris patahan dan kondisi tanahnya jelek dan jadi jelek. Misalkan tanah sawah kena air bisa dituang dan jadi lumpur," kata Amien, Selasa (2/10/2018).
Menurut Amien, diduga lapisan tanah yang kondisinya jelek itu sangat tebal. Sehingga, ketika ada guncangan langsung menyebabkan tanah ambles.
"Kalau tebal sampai 50 meter dan sampai bawah. Bisa mencoba di aquarium dikasih pasir dan air diobok-obok kan bisa ambles," tambahnya.
Sekadar diketahui, kondisi wilayah Petobo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah (Sulteng), masuk zona terparah yang terkena efek gempa 7,4 magnitudo. Ratusan rumah seolah hilang ditelan bumi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
