Ini Moda Transportasi Unik saat Mudik Lebaran
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Iring-ringan pemudik berkendara roda tiga bajaj melintasi sejumlah ruas jalan arteri Kota Bekasi, Jawa Barat, menuju Pantai Utara (Pantura) Jawa Sabtu malam.
"Bajaj ini memang rutin melintas secara bergerombol setiap musim mudik. Bahkan sejak kemarin malam hingga malam ini mereka nampak melintasi Kota Bekasi," kata Pelaksana Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi Aryo W di Bekasi, Minggu (10/6/2018) dini hari.
Menurut dia, bajaj tersebut melakukan perjalanan mudik secara bergerombol dengan sejumlah muatan barang-barang rumah tangga seperti kasur, televisi, dispenser dan lainnya.
Biasanya, kata dia, pemudik bajaj itu berangkat pada sore hari hingga tengah malam melintasi koridor Jalan KH Noer Alie Kalimalang-M Hasibuan-Chairil Anwar dan Ir H Djuanda Bekasi Timur.
Kontributor Antara berhasil menemui salah satu pemudik bajaj di Jalan M Hasibuan, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu malam yang membawa serta keluarganya mudik dari Jakarta Timur menuju Solo.
"Lebih irit dan nyaman pakai bajaj, paling habis uang bahan bakar sampai ke Solo Rp180.000 untuk perginya saja," kata pengendara bajaj, Munawar (42) di Bekasi, Sabtu malam.
Biasanya, bajaj melakukan empat hingga lima kali pengisian bahan bakar untuk sampai di Solo dengan waktu tempuh satu hari penuh.
"Paling saya istirahat sekenanya saja, kalau capek ya cari tempat, biasanya di warung kaki lima atau SPBU," katanya.
Dikatakan Munawar, pergi mudik naik bajaj lebih mengirit biaya bila dibandingkan naik bus umum yang tarifnya saat ini berkisar Rp400.000 per penumpang.
"Kebetulan bajaj ini milik bos, saya dipinjamkan dulu untuk mudik," katanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
