Ini Kronologi Penganiayaan Ratna Sarumpaet

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

2 Oktober 2018 19:50 WIB
Nasional | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto rencananya, Selasa (2/10/2018), malam ini akan menggelar jumpa pers terkait penganiayaan aktivis dan juga tim pemenenangan Prabowo-Sandi, Rata Sarumpaet' di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat.

Penganiayaan Ratna tersebut mengundang kemarahan sejumlah pihak terutama kelompok pedukung Prabowo-Sandi. Mereka pun menduga penganiayaan ini terkait  sikap kritis Ratna kepada rezim yang tengah berkuasa.

"Mbak Ratna Sarumpet sebagai salah satu anggota Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, sore ini setelah agak pulih ia melaporkan ke Pak PS (Prabowo Subianto) kejadian yang menimpanya. Pak PS didampingi Pak Amien Rais dan Fadli Zon," demikian tulis Nanik Deyang, rekan Ratna dalam akun pribadinnya.

Seperti diceritakan kepada Prabowo berikut ini kronologi penyerangan kepada Ratna seperti dituturkan Nanik.  Saat itu 21 September di sekitar Bandara Husein Saatranegara, Bandung. Ceritanya malam itu seusai acara konferensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah hotel, Ratna naik taksi dengan peserta dari Sri Lanka dan Malaysia akan naik pesawat ke Bandara Soekarno-Hatta.

Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya. Setelah dihajar Mbak Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal, sehingga bagian samping kepalanya robek.

Menurut Mbak Ratna kejadiannya sangat cepat sehingga Mbak Ratna sulit mengingat bagaimana urut-urutan kejadiannya, karena semua begitu cepat. Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. 

Oleh sopir taksi Mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi. Dengan sisa tenaga tertatih-tatih Mbak Ratna mencari kendaraan untuk ke rumah sakit di Cimahi. Lalu Mbak Ratna menelepon temannya yang seorang dokter bedah, akhirnya Mbak Ratna ditangani kawannya di sebuah rumah sakit.

Mbak Ratna malam itu juga langsung balik ke Jakarta, dan dalam situasi trauma habis dia harus berdiam diri selama 10 hari. 

"Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Fadli Zon ke rumahnya, dan baru semalam Fadli Zon melaporkan ke Pak PS dan hari ini di suatu tempat menemui Pak PS," ujarnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya