Ini Alasan TNI Perlu Dilibatkan dalam Antisipasi COVID-19

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

29 Maret 2020 11:30 WIB
Nasional | Rilis ID
Ilustrasi TNI. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Ilustrasi TNI. FOTO: RILIS.ID

Hasanuddin juga mengungkapkan, Indonesia rentan terkena krisis ekonomi bahkan bisa terjadi chaos jika kebijakan karantina wilayah atau lockdown tidak diorganisir dengan baik. 

"Sektor ekonomi yang paling terpukul, kemungkinan terburuknya masyarakat bisa chaos, dan tidak hanya di Jakarta namun juga di luar Jakarta" jelasnya. 

Politisi PDI Perjuangan ini mengamati, meski pemerintah telah mengimbau untuk melakukan social distancing atau physical distancing namun masyarakat tak disipilin bahkan terkesan menyepelekan ancaman penyebaran COVID-19. 

"Tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak kelompok masyarakat yang belum memahami bahaya epidemi ini," kata Hasanuddin.  

Padahal, lanjutnya, berdasarkan data BNPB per 28 Maret 2020, sudah 1.155 orang positif terkena COVID-19 dan tersebar hampir di seluruh provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa masih belum optimalnya kinerja pemerintah pusat dan daerah. 

"Sehingga perlunya pelibatan TNI," tandasnya. 

Diketahui, pemerintah pusat saat ini tengah menyiapkan rancangan aturan mengenai karantina wilayah atau lockdown akibat mewabahnya virus Corona COVID-19, seperti yang disampaikan oleh Menkopolhukam, Mahfud MD. 

Dalam Peraturan ini nantinya akan diatur kapan satu daerah boleh melakukan karantina wilayah atau lockdown. Apa syaratnya dan apa yang dilarang dilakukan serta bagaimana prosedurnya.

 

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya