IPW: Napi Koruptor yang Kena Corona Dikarantina di Nusakambangan Saja

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

4 April 2020 16:00 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi

RILISID, Jakarta — Indonesa Police Watch (IPW) menolak rencana pembebasan narapidana (napi) kasus korupsi untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. 

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, mengatakan, pembebasan napi koruptor akan mencederai keadilan publik dan membuat kepastian hukum dalam pemberantasan korupsi semakin absurd.

Neta menyarankan agar bila ada kasus napi yang terinfeksi COVID-19 untuk dikarantina saja di sejumlah pulau yang ada, salah satunya di Nusakambangan. 

"Seharusnya, jika ada koruptor yang terindikasi terkena virus corona atau COVID-19, mereka tak perlu dibebaskan, tapi bisa dikarantina di Natuna atau di Pulau Galang, atau di Nusakambangan atau bahkan di Pulau Buru," kata Neta dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Dari penelusuran IPW, kata dia, sangat kecil kemungkinan para napi koruptor atau napi kelas kakap lain terkena COVID-19. Sebab, dengan uang yang mereka miliki sebelum masuk sel tahanan bisa memesan sel khusus bahkan memesan makanan khusus yang dibawa keluarganya dari luar.

"Satu kamar sel tahanan hanya dia sendiri yang menempati. Selain itu mereka selalu bisa memesan makanan khusus dan mereka tidak pernah memakan makanan lapas. Mereka juga punya dokter pribadi dan mendapat perawatan kesehatan prima. Semua itu mereka dapatkan dengan uang yang dimilikinya," kata Neta.

Ia pun mempertanyakan alasan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly membebaskan para napi korupsi tersebut dengan alasan wabah virus corona atau COVID-19.

Menurut Neta, kerawanan terhadap wabah COVID-19 justru berpeluang terjadi di sel-sel napi kelas teri. Sebab dalam satu sel, napi kelas teri ini bisa ditumpuk 10 hingga 15 orang, sehingga sangat rawan wabah COVID-19 berkembang luas.

"Sementara makanan mereka setiap hari hanya seadanya. Jauh dari makanan bergizi karena terdiri dari nasi ala kadarnya dan kuah sayur," kata Neta.

Neta mengatakan blok sel napi kelas teri di banyak lembaga pemasyarakatan (lapas) dari dulu sengaja dijauhkan dari blok napi kelas kakap. Tujuannya agar napi kelas kakap tidak terusik ketenangannya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya