Hadapi Digitalisasi, Ini Tiga Opsi Pariwisata Indonesia dari Menpar

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

1 Agustus 2018 10:20 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menilai, ada tiga pilihan pariwisata Indonesia dalam menghadapi digitalisasi menjadi sebuah keniscayaan dari perkembangan zaman. Di bidang industri pariwisata, hal itu ditandai dengan munculnya online travel agency (OTA) seperti Traveloka dan AirBnB.

“Dengan munculnya OTA lalu bagaimana sikap kita? Ada tiga pilihan baik bagi pelaku industri maupun pemerintah atau regulator, yakni confront, compete, dan cooperate,” kata Menpar Arief melalui siaran persnya kepada rilis.id, Rabu (1/8/2018). 

Menpar Arief Yahya mengatakan, pilihan confront atau melawan digitalisasi dengan cara tetap melakukan metode regular dalam menjalankan bisnis adalah pilihan yang sulit dilakukan di era digital sekarang ini. Pasalnya, semua negara sudah melakukan digitalisasi dalam bidang pariwisata. 

"Sejumlah negara seperti Cina lebih memilih pada pilihan kedua, yakni compete atau membuat tandingan dengan membuat aplikasi baru. Seperti membuat Baidu sebagai mesin mencari seperti Google,  sedangkan di Indonesia, misalnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memilih compete dengan membuat aplikasi Bookingina.com sebagai langkah compete terhadap serbuan OTA asing," ujarnya. 

Sementara untuk pilihan ketiga, lanjut Arief, adalah cooperate, yanga banyak dilakukan perusahaan korporasi besar di industri pariwisata seperti perhotelan dan biro perjalanan dengan melakukan join atau kerja sama dengan perusahaan aplikasi digital atau OTA.

"Dalam melakukan kerja sama harus ada aturan agar menguntungkan semua pihak, termasuk pengaturan pajak bagi beroperasi OTA asing di Indonesia," tandasnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya