Gelar TMMD di Papua, TNI Tak Gentar Hadapi Ancaman Serangan KKB
Zulhamdi Yahmin
Jayapura
RILISID, Jayapura — Jajaran prajurit TNI Kodim 1701/Jayapura menegaskan tidak gentar menghadapi kemungkinan ancaman kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengganggu kegiatan Progran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 yang akan berlangsung di Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua.
Hal itu disampaikan Dandim 1701/Jayapura, Kolonel Inf Jerry Simatupang, dalam keterangan tertulis melalui Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto, di Jayapura, Senin (9/3/2020).
"Memang risiko keamanan yang kami hadapi dalam melaksanakan TMMD ke-107 di Kampung Kibay ini sangat tinggi, mengingat masih adanya kelompok kriminal bersenjata yang berbasis di sekitar perbatasan. Selain berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan fisik dalam TMMD, kami juga dituntut untuk mengamankan personel maupun masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini," kata Jerry.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan tersebut, kata Jerry, selain membentuk kelompok pengamanan dalam setiap kegiatan, Dandim telah berkoordinasi dengan Dan Satgas Pamtas Yonif 713/ST maupun personel kepolisian setempat.
Pos-pos satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) akan melakukan pengawalan dan pemantauan terhadap rute maupun lokasi TMMD di Kampung Kibay.
"Kami tidak gentar dengan ancaman tersebut. Kedatangan kami didasari niat tulus dan ikhlas untuk membantu meringankan kesulitan warga di perbatasan, khususnya Kampung Kibay. Seberat apa pun risikonya, kami akan hadapi. Kami yakin masyarakat akan ikut menciptakan suasana yang kondusif saat pelaksanaan TMMD nanti," ujar Jerry.
Berbeda dengan kondisi wilayah lain di Indonesia yang relatif aman, lanjutnya, sehingga pelaksanaan TMMD di wilayah Provinsi Papua selalu dihadapkan dengan ancaman kehadiran kelompok kriminal bersenjata (KKB)
KKB, menurutnya, tidak segan-segan melakukan penembakan terhadap prajurit TNI maupun masyarakat yang sedang melakukan aktivitas sehari-hari.
Menurutnya lagi, tentu saja risiko prajurit yang melaksanakan TMMD di wilayah Papua jauh lebih besar dibanding di wilayah lain di Indonesia. Mereka tidak hanya dituntut menyelesaikan sasaran TMMD, namun juga setiap saat harus siap menanggung risiko kehilangan nyawa saat melaksanakan kegiatan TMMD.
Seperti kejadian 29 Februari 2020, katanya pula, salah satu kendaraan dinas milik Kodim 1701/Jayapura yang sedang mendistribusikan bahan bangunan untuk keperluan TMMD ke-107 di Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom mendapat gangguan tembakan dari KKB itu.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
