Fahira Gusar dengan Kelompok yang Mengklaim Paling Pancasilais

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

10 Juni 2018 23:27 WIB
Nasional | Rilis ID
Fahira Idris. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Fahira Idris. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, Pancasila harus terus dijaga agar tetap menjadi milik seluruh insan di Indonesia, bukan diarahkan hanya menjadi milik kelompok tertentu. 

"Adanya sikap atau tindakan sekelompok orang apalagi didukung oleh kekuatan tertentu menganggap dirinya paling pancasilais dan berhak menjadi penafsir nilai-nilai Pancasila tidak boleh terjadi," kata Fahira dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (10/6/2018).

“Arogansi yang menganggap dirinya paling pancasilais akan menjadi sumber kegaduhan dan benih perpecahan dan ini tidak boleh kita biarkan,” ujar Fahira Idris yang juga Senator DKI Jakarta saat menggelar Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, di Kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Bagi Fahira perdebatan soal Pancasila sudah selesai sehari setelah republik Indonesia berdiri (18 Agustus 1945). Harusnya, lanjut Fahira, saat ini rakyat sudah merasakan kekuatan kelima sila Pancasila terutama sila yang terkait keadilan sosial. Pancasila memang harus diamalkan segenap rakyat, tetapi negara dalam hal ini pemerintahlah yang punya sumber daya untuk mempercepat terwujud kelima sila tersebut.

“Saat ini Pancasila lebih banyak diteriakkan dari pada diimplementasikan. Ada kesan Pancasila dijadikan milik kelompok tertentu saja. Kalau seperti ini terus, kapan rakyat merasakan kekuatan kelima sila Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari,” papar Fahira.

Fahira juga mengungkapkan kekecewaan atas ketidakmampuan Pemerintah menjelaskan kepada rakyat kenapa harus mendirikan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang saat ini sedang ramai menjadi sorotan.

“Pemerintah kurang sigap menjelaskan ke publik apa guna lembaga ini. Apa out put dan out come-nya. Ada persoalan serius apa yang dihadapi bangsa ini sehingga kita butuh badan pembinaan ideologi? Semua itu tidak terjawab. Soal gaji juga saya rasa pemerintah gagal menjelaskan ke publik,” pungkas Fahira.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya