Empat WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess, Positif Virus Corona

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

21 Februari 2020 21:01 WIB
Nasional | Rilis ID
Kapal Pesiar Princess Diamond. FOTO: Istimewa
Rilis ID
Kapal Pesiar Princess Diamond. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Pesiar Diamond Princess positif terpapar virus corona. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengatakan empat WNI tersebut saat ini mendapatkan perawatan di rumah sakit Jepang. 

"ABK kita di kapal itu ada 78 orang dan sampai hari ini empat orang confirm atau terkonfirmasi positif," kata Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Achmad Yurianto di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Terkait identitas dan alamat rumah sakit tempat mereka dirawat, Yurianto mengatakan hal itu sengaja disembunyikan karena menyangkut etika. Namun, Pemerintah Indonesia meyakini Jepang telah melaksanakan protokol perawatan dengan baik sesuai ketentuan tanpa membedakan pasien.

Yurianto juga mengungkapkan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah memiliki data lengkap terkait empat WNI tersebut. Sementara untuk 74 WNI lainnya diharapkan hari ini hasil skrining dari pemerintah Jepang sudah bisa diperoleh. 

Apabila di antara mereka ada yang positif terjangkit virus corona, kata Yurianto, maka akan segera dipindahkan ke rumah sakit. Apalagi, hingga kini pemerintah Jepang tidak menyiapkan lokasi karantina di darat sehingga setiap negara diminta untuk membawa kembali warganya masing-masing.

"Pemerintah Jepang sudah menginginkan atau menyampaikan ke seluruh negara asalnya supaya yang hasilnya negatif bisa dijemput," ungkapnya.

Yurianto menegaskan, pemerintah perlu memperhatikan secara khusus kasus yang terjadi di Kapal Pesiar Diamond Princess. Sebab kata dia, orang-orang yang berada di sana sudah sangat mungkin tertular.

Dalam kata lain, kasus tersebut sudah harus mendapat perhatian khusus dan lebih diawasi agar penularannya tidak semakin meluas. Bahkan banyak dari para ABK yang menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 

"Kalau di Wuhan kita lihat kejadian confirm virus corona hanya sekitar lima persen dari populasi yang ada di situ. Sementara di kapal itu angkanya sudah 15 persen," tutupnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya