Dugaan Tolak Pasien, Direktur RSI Metro Minta Maaf
Anonymous
Metro
RILISID, Metro — Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Metro, Amelius Ramli, meminta maaf dan berjanji menindak tegas bawahannya. Ini terkait dugaan penolakan pasien korban tenggelam.
Keluarga korban kemudian berupaya mencari pertolongan lain ke RSUD Ahmad Yani. Namun korban meninggal dunia dalam perjalanan.
"Kami sudah berkunjung ke keluarga pasien dan meminta maaf secara langsung jika ada yang tidak benar dan tidak disengaja," ungkapnya, Senin (5/10/2020).
Amelius menyebut dugaan penolakan pasien terjadi akibat miskomunikasi dari bawahannya.
Pemicunya, ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSI sedang disterilisasi. Karenanya, dokter maupun perawat tidak berjaga di sana, namun di ruang darurat sebagai ruang sementara pengganti IGD. Nah, keluarga pasien saat itu datang ke IGD.
Sebelum adanya karyawan yang positif Covid-19, pelayanan di RSI berjalan lancar. Namun, ketika ada istri dan karyawan RSI yang terpapar, terpaksa ada yang diliburkan dan sterilisasi.
Sebab, hasil rapid test kepada semua perawat RSI, ada empat perawat yang reaktif. Setelah swab, dua orang negatif dan dua lagi masih menunggu hasil.
"Sehingga, kita tidak dapat melakukan pelayanan maksimal. Kita akan menindak tegas terhadap karyawan kita yang melakukan pelanggaran," timpal Kabid Yanmed RSI, Irma Melinda. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
