Dua Hari Pascagempa BNPB Temukan 105 Korban Meninggal Dunia
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya ditemukan 105 orang meninggal dunia karena terkena gempa Lombok 7,0 SR pada minggu malam lalu (5/7/2018). Menurut Kepala Pusat Sata dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, jumlah korban meninggal paling banyak ditemukan di Lombok Utara.
"Saya akan sampaiakan update sampai saat ini operasi evakuasi prncarian oenyelamatan terus dilakukan dan tim SAR terus temukan korban sampai siang ini total 105 orang meninggal dunia. Lombok Utara 78 orang, Lombok Barat 16 orang, Mataram 4 orang, Lombok Timur 3 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Denpasar 2 orang," katanya di gedung BNPB, Jakarta, Selasa (7/8/2018).
Menurut Sutopo, data ini masih akan terus bertambah mengingat saat ini tim SAR masih dalam proses melakukan evakuasi. Ia mengatakan, masih ada sejumlah korban yang tertimpa sejumlah fasilitas terutama di Lombok Utara dan di Lombok Barat .
"Kita perkorakan jumlahnya akan lebih dari 105 orang meninggal," katanya.
Selain itu, beberapa titik di NTB masih berlangsung proses evakuasi hingga sore ini. Tepatnya di masjid Desa Lading Lading dan Tanjung Lombok Utara. Proses evakuasi bersama TNI dan Polri itu berhasil temukan dua orang korban meninggal dan satu orang selamat.
"Dan semua korban WNI tidak ada WNA, sebagaian besar semua korban tertimpa bangunan roboh saat terjadi gempa," paparnya.
Evakuasi juga dikatakan Sutopo masih dilakukan di beberapa pulau yang mayoritas menjadi pusat wisata seperti Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Evakuasi tersebut untuk membantu para turis dan penduduk lokal keluar dari tiga pulau tersebut. Terhitung hingga pukul 22.00 WIB sudah ada 4636 orang baik lokal maupun asing yang berhasil dievakuasi.
"Kita kerahkan 11 kapal, untuk proses evakuasi, begitu sampai pelabuhan benoa, kita siapkan bus untuk mengantarkan wisatawan yang ingin bertolak meninggalkan bali ke bandara internasional ngurah rai. Semua kita evakuasi ke tiga pelabuhan berbeda, pelabuhan Benoa, pelabuhan Bangsal, pelabuhan Lembar. Jadi saya tegaskan tidak ada Wisatawan asing yang jadi korban disana," tegas Sutopo.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
