Diskusi di Kahmi, Rokhmin Dahuri Soroti soal Korupsi Pejabat

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

29 Juni 2018 18:28 WIB
Nasional | Rilis ID
Anggota Dewan Pakar Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI), Rokhmin Dahuri. FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi
Rilis ID
Anggota Dewan Pakar Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI), Rokhmin Dahuri. FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi

RILISID, Jakarta — Anggota Dewan Pakar Majelis Nasional Korps Alumni HMI (Kahmi), Rokhmin Dahuri, menyoroti soal tindak pidana korupsi yang masih tinggi di Indonesia. Bahkan, katanya, para pejabat negara justru merasa nyaman melakukan tindakan tersebut di Indonesia. 

Hal itu disampaikan Rokhmin dalam acara diskusi di KAHMI Center, Jakarta, Jumat (29/6/2018). 

"Untuk koruptor sejati kondisi kehidupan berbangsa semacam ini yang didambakan. Dan, mereka senang hidup Indonesia," katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan di era Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengungkapkan, korupsi di Indonesia terjadi di berbagai sektor. Bahkan, lanjutnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga menjadi target para koruptor. 

"Kebanyakan BUMN jadi sapi perah para pejabat dan politisi, SDM kurang profesional, dan core business yang terlampau lebar di Indonesia ini," ujarnya. 

Dia menilai, masih tingginya korupsi di Indonesia salah satunya karena rendahnya gaji para pejabat negara. Sehingga, para pejabat itu mencari penghasilan lain melalui cara-cara yang terlarang tersebut. 

Berbeda dengan Indonesia, imbuh dia, gaji pokok pejabat di negara-negara maju selama ini cukup tinggi. Dengan begitu, para pejabat tidak ada lagi yang melakukan korupsi. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya