Dikabarkan Batal 'Nyoblos' di Semarang, Menteri Ini Beri Klarifikasi

Default Avatar

Anonymous

Semarang

27 Juni 2018 20:14 WIB
Nasional | Rilis ID
Mendagri Tjahjo Kumolo. FOTO: Dok Kemendagri.
Rilis ID
Mendagri Tjahjo Kumolo. FOTO: Dok Kemendagri.

RILISID, Semarang — Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, sempat dikabarkan batal mencoblos untuk Pilgub Jateng, lantaran sudah ber-KTP DKI Jakarta. Padahal, dirinya murni bukan untuk berpartisipasi di pemilihan.

Tjahjo menegaskan, sudah lama dirinya ber-KTP Jakarta. Ia pun menyayangkan mengapa namanya masih masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tempat kediaman lamanya kawasan Citarum Semarang.

"Saya perlu luruskan soal nama saya masuk DPT di TPS Semarang. Artinya, data DPT yang dipakai KPU adalah  data Pileg 2014, bukan DP4 dari Kemendagri," kata Tjahjo di Semarang, Rabu (27/6/2018).

Menurutnya, kalau DP4 yang dipakai sebagai basis data, namanya pasti tak akan masuk dalam DPT, karena sudah pindah domisili. DP4 itu sendiri memuat elemen NIK, nomor KK, nama lengkap, tempat lahir, tanggal lahir, status kawin dan alamat. 

Untungnya, ia mendapat info, bahwa namanya masih tercatat sebagai pemilih di TPS Semarang. Karena itu, saat memantau proses pemungutan suara di Semarang, ia datangi TPS yang masih mencatat namanya. 
 
"Untung saya dapat info dan saya datangi dengan  Ketua Bawaslu Pusat ke TPS Semarang dan minta nama saya  dicabut agar dipastikan tidak dipakai," katanya.

Tjahjo pun menyayangkan kasus itu terjadi. Ini harus jadi perhatian KPU agar mengevaluasi kinerjanya dalam memutakhirkan data pemilih. Ketua Bawaslu sendiri akan menindaklanjuti kasus itu nantinya.

"Yang disayangkan  KPU tidak pakai data NIK yang ada di  DP4 Kemendagri tapi masih  ada yang pakai data DPT Pileg 2014. Ini  sudah dicatat langsung Ketua Bawaslu pusat akan ditanyakan ke KPU," ujarnya.

Lucunya, sebuah media online nasional justru membuat berita yang dianggap salah tasfir. Dikatakan bahwa Mendagri Tjahjo Kumolo batal mencoblos. Padahal, niatnya ke Semarang memang bukan untuk itu.

"Niat baik terbuka dengan mengklarifikasi dengan Ketua Bawaslu, tapi  berita malah diputar. Maka, saya perlu diklarifikasi resmi tertulis, protes," tambahnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya