Desak Pemerintah Selamatkan 270 Juta Jiwa Rakyat, DPR: Jangan Terlambat Antisipasi

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

29 Maret 2020 10:30 WIB
Nasional | Rilis ID
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati. FOTO: Istimewa
Rilis ID
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati. FOTO: Istimewa

Karena itu, Mufida mendorong pemerintah lebih serius mempertimbangkan opsi melakukan karantina, minimal untuk daerah pusat episentrum sebaran wabah seperti Jabodetabek.

"Pemerintah sebaiknya membuka opsi karantina sesuai Undang-Undang Karantina Kesehatan. Memang berat konsekuensi karantina ini, tapi kalo pemerintah melibatkan semua komponen bangsa bergotong royong, pasti bisa dilaksanakan,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Mufida menambahkan, desakan untuk melakukan karantina, minimal untuk Jabotabek, sebetulnya sudah banyak disuarakan dari berbagai pihak. Tidak hanya kalangan medis seperti para dokter, pakar epidemologi, IDI, tapi juga oleh sejumlah tokoh dan kepala daerah.

“Forum Guru Besar FKUI juga merekomendasikan dilakukannya local lockdown atau karantina wilayah terutama pada daerah-daerah yang menjadi episentrum penyebaran wabah,” kata Mufida. 

"Sudah terbukti bahwa COVID-19 yang awalnya terkonformasi di Jakarta, kini bukan hanya menyebar ke sekitarnya, tapi juga ke luar Jabodetabek, bahkan sudah ke Sumatera dan Jawa," sambung Mufida. 

Apalagi, tambahnya, himbauan untuk melakukan physical distancing juga tidak dijalankan secara disiplin oleh masyarakat. Himbauan untuk tetap di rumah saja juga sulit dipenuhi beberapa kelompok karena tuntutan untuk mendapatkan penghasilan yang sifatnya harian untuk menyambung hidup.

Di sisi lain, Mufida juga mengatakan bahwa Pemerintah pasti mampu melakukan perhitungan beban anggaran dan mencari sumber anggaran tambahan lainnya untuk melakukan karantina wilayah. 

Mufida juga meyakini, semangat gotong royong masyarakat untuk saling membantu kebutuhan pangan dan lainnya sangat tinggi. Sudah terbukti, untuk membantu pengadaan APD bagu para tenaga kesehata saja, masyarakat mau turun membantu, meskipun itu sebetulnya tugas negara, apalagi untuk urusan kemanusiaan lainnya. 

Gerakan Gotong Royong berbasis RW dan RT, kata dia, bisa menjadi sebuah wacana yang digerakkan. Inilah saatnya semua komponen bangsa bersatu saling bantu.

“Saya berharap, jangan sampai kita terlambat lagi dan COVID-19 semakin meluas, sehingga biaya yang harus dikeluarkan jadi lebih besar dibanding melakukan karantina wilayah dengan semangat gotong royong. 270 juta jiwa rakyat Indonesia menanti kebijakan cepat dan tepat dari pemerintah agar selamat dari COVID-19,”tutup Mufida.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya