DPR Sebut Anies Baswedan Tak Serius Atas Banjir, Kenapa?
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PPP Muhammad Aras, menilai Pemprov DKI Jakarta terihat kurang serius dalam proses pencegahan banjir yang tiap tahun terjadi di Ibu Kota Jakarta dalam beberapa tahun terakhir.
“Seharusnya jika mau serius, rentan waktu dari sekitar bulan April hingga Agustus itu sudah cukup untuk mempersiapkan Jakarta tidak banjir saat musim hujan datang,” ujar Aras kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/2/2020).
Aras mengatakan, saat ini Komisi V DPR juga memantau banjir di wilayah DKI. Selain menggenangi permukiman warga, menurutnya, banjir juga menggenangi jalanan vital, beberapa underpass, dan juga jalan tol.
"Tentu dikarenakan ada yang salah dengan sistem drainase ibu kota. Bagaimana dengan normalisasi dan naturalisasi sungai-sungai/saluran-saluran air?,” tanya anggota komisi bidang infrastruktur ini.
Menurut Aras, banjir yang terjadi saat ini disebabkan oleh hujan, artinya banjir lokal bukan banjir kiriman. Seharusnya, kata dia, banjir seperti ini sangat bisa diantisipasi dengan sistem pencegahan banjir yang baik.
Karenanya, Aras meminta Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat bisa untuk duduk bersama, melakukan penelitian juga mendatangkan ahli agar bisa menangani banjir di ibu kota dan mencegahnya di kemudian hari.
“Kami mengapresiasi langkah Gubernur Anies Baswedan yang gigih dalam mengatasi banjir di Jakarta, terutama dalam proses membantu penanganan banjir di Jakarta. Terutama dengan dikeluarkannya 9 poin arahan gubernur,” kata Aras.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
