Cakada Tersangka Korupsi Masih Terpilih, Ini Analisis KPK
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang menduga ada beberapa faktor seorang calon Kepala Daerah yang telah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi malah menang dalam pilkada.
"Ada banyak hal yang menjadi penyebabnya. Salah satunya yakni terkait dengan figur calon wakil kepala daerah yang mendampingi," katanya di gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/6/2018).
Saut mengatakan, bisa saja masyarakat suka dengan rekam jejak si calon Wakil Gubernur atau Wakil Bupati yang mendampingi tersangka korupsi tadi.
"Ya, ini harus tegas ya. Yang namanya suara rakyat itu suara tuhan, itu dalam politik itu begitu. Jadi rakyat jika sudah menentukan pilihannya itu harus dihargai, bisa jadi orang bertanya kenapa tetap dipilih, ya mungkin karena wakilnya bagus," kata Saut.
Faktor lain, lanjut Saut, bisa karena kinerja si calon kepala daerah.
Namun begitu, Saut memandang kinerja bagus saja tidak cukup untuk menghasilkan pemimpin yang berintegritas.
Terbukti, KPK akhirnya melakukan penetapan tersangka karena terbukti korupsi.
"Atau mungkin karena kerjanya kemarin juga bagus, rakyatnya senang. Oleh karena itu saya katakan menjadi seorang pemimpin itu berkinerja saja tidak cukup. Seorang pemimpin harus mampu berintegritas. kinerjanya bagus tapi belakangan dia goyah, terlibat, terkait sama kita (KPK). Ada dua bukti, ya kita lakukan itu," paparnya.
Lebih jauh, Saut mencoba ambil sisi positifnya.
Kemenangan calon kepala daerah yang menjadi tersangka di KPK maka menjadi bukti, bahwa apa yang dilakukan KPK tidak ada kaitan dengan politik kan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
