Bupati Mesuji Ambil Alih Gugus Tugas Covid-19
Juan Situmeang
Mesuji
“Sejak dibentuk SK Bupati Gugus Tugas PP Covid-19 Mesuji, kita sudah kerja. Cuma silent, tidak diketahui publik, supaya orang-orang yang menjadi ODP dan PDP tidak menimbulkan kepanikan,” jelasnya.
Ditambahkan Kadis Kesehatan, Yanuar, tim kesehatan yang menjadi garda terdepan penanganan dampak Covid-19 di Mesuji mengatakan pihaknya terus mendata secara real time kedatangan orang ke tiap desa melalui tenaga kesehatan tiap desa. “Kita pasti catat, karena RT atau RW di tiap desa wajib laporkan orang baru datang ke Puskesmas. Nanti pihak puskes yang menentukan status dan penanganan orang baru tersebut, apakah ODP, atau hanya di pantau dan dicatat, ‘terangnya.
Memang yang menjadi kendala saat ini, kata Yanuar adalah mengendalikan gelombang orang yang pulang ke Mesuji ini. Karena dari data terakhir hingga hari ini, kata Yanuar, ada 1144 orang yang pulang. Dari berbagai daerah. Baik dari luar negeri maupun local dalam negeri. “Dari jumlah itu yang ODP ada 9 orang tersebar. Tapi sudah kita pantau ketat,” tambahnya. Sampai hari ini, terus dia, yang PDP dan terkonfirmasi covid-19 belum ada.
Kendala lain, pihaknya kini kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Karena stok untuk kabupaten Mesuji saat ini hanya memiliki 39 ADP. Sedangkan Rapid Test hanya dua kotak berjumlah 60 tes kit. “Berarti hanya untuk 60 orang,” katanya lagi. Pihaknya sudah memesan masker, APD dan Termometer digital handgun dalam jumlah besar. “Tapi sampai satu minggu ini belum dapat barangnya,” ujarnya.
Tambahan lain dalam rapat tersebut yakni untuk gugus tugas pendataan orang yang pulang dan pergi dan bagian urban dari satu wilayah Gugus tugas di ketuai oleh Dinas Nakertrans dan sekretaris Dinas Sosial. “Kalau mengenai mobilisasi tenaga kerja dan urban tanggungjawab Nakertrans dan Dinas Sosial dalam gugus tugas,” ujar Kepala BPBD, Syaril.
Wakapolres Mesuji, Kompol. Joni,dalam kesempatan itu, meminta agar Pemda Mesuji bersama-sama mematangkan persiapan penyemprotan disifektan di wilayah Mesuji. “Jadi perintah Kapolri, besok kita harus semprot massal. kita tentukan lokasinya. Sekarang juga saya akan lapor ke Mabes Polri. Ini ditunggu,” ujarnya.
Akhirnya ditentukan tiga titik penyemprotan oleh polisi dan pemda, yakni di Pasar Simpangpematang, Kecamatan Simpangpematang. Kemudian pasar Brabasan Kecamatan Tanjungraya dan Pasar KTM di Kecamatan Mesuji Timur. Dijadwalkan serentak dimulai Selasa, (31/03/2020) pukul 10.00 WIB. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
