Bila Gara-gara Mualaf, Anang Sayangkan Penghentian Beasiswa Mahasiswi IPB

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

2 Agustus 2018 17:34 WIB
Nasional | Rilis ID
 Arnita Rodelina Turnip yang kini bernama Alifa Ayudia Hibatillah Inara, mahasiswa IPB yang dihentikan beasiswanya oleh Pemerintah Kabupaaten Simalungun. FOTO: facebook
Rilis ID
Arnita Rodelina Turnip yang kini bernama Alifa Ayudia Hibatillah Inara, mahasiswa IPB yang dihentikan beasiswanya oleh Pemerintah Kabupaaten Simalungun. FOTO: facebook

RILISID, Jakarta — Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah menyayangkan penghentian beasiswa mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) dari pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Anang meminta kasus tersebut diusut tuntas dan Ombudsman Sumatera Utara harus mengurai masalah tersebut dengan tepat.

"Penyelesaian melalui Ombudsman merupakan langkah yang tepat. Harus diungkap apa penyebab pemutusan beasiswa mahassiwi IPB tersebut," ujar Anang di Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Anang menerangkan, ada perbedaan alasan penyebab pemutusan beasiswa tersebut. Alasan pertama, versi mahasiswi lantaran yang bersangkutan pindah agama (mualaf). Sedangkan versi Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungung karena faktor administrasi.

"Kalau pemutusan beasiswa lantaran faktor SARA, ini sungguh memalukan. Pancasila masih di tataran jargon, belum implementatif di lapangan," tegas Anang.

Politisi PAN ini berharap masalah tersebut dapat segera diselesaikan dengan solusi terbaik. Menurut dia, jika terdapat pihak-pihak yang ditengarai melanggar peraturan perundang-undangan terkait masalah tersebut agar ditegakkan aturannya. 

"Jika diketahui ada maladministrasi dari pihak birokrasi dalam pengurusan beassiwa tersebut harus ada punishment," ketus Anang.

Legislator asal Jawa Timur itu menambahkan, Beasiswa Utusan Daerah (BUD) cukup membantu putera daerah yang berprestasi untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi yang baik. Sebab diharapkan, setelah lulus dia bisa kembali ke daerah untuk membangun daerahnya.

Anang menilai, kepala daerah memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah. Untuk itu kebijakan daerah yang produnia pendidikan harus semakin dikuatkan di daerah.

"Kepala daerah yang baru dipilih dalam pilkada serentak akhir Juni lalu, harus membuat terobosan di sektor pendidikan. Karena pendidikan investasi yang luar biasa bermanfaat bagi daerah," tandas Anang.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya