Bekas Tambang Jadi Lahan Pertanian
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sektor pertambangan di Bumi Etam, Samarinda, Kalimantan Timur selama ini cukup menghantui pembangunan di sektor pertanian.
Namun, berkat teknologi pertanian, lahan bekas tambang bisa dialihfungsikan menjadi ladang pertanian yang produktif. Misalnya di Kelurahan Loa Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, yang merupakan eks tambang yang cukup luas, kini bisa diolah kembali lokasi pertanian.
Dengan potensi luas mencapai 80 hektare, Loa Bahu mulai membangkitkan kembali sektor pertaniannya.
Bahkan, pada tanam perdana di akhir 2017 lalu telah memberikan hasil yang cukup memuaskan di awal tahun ini.
Dengan dilakukannya panen perdana varietas unggul baru (VUB) padi amfibi Inpago 5 di lahan eks tambang, produktivitas yang dihasilkan mencapai 6,13 ton Gabah Kering Panen per hektre.
Varietas ini cukup adaptif dan bisa dikembangkan pada lahan eks tambang terutama di wilayah Loa Bahu.
Saat ini, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kaltim berupaya semaksimal mungkin mengembalikan eksistensi sektor pertanian yang ada di provinsi itu.
Hal ini penting, mengingat sektor pertanian menjanjikan serta menjamin keberlangsungan hidup masyarakat.
Menurut BPTP Balitbangtan Kaltim, VUB Inpago 5 merupakan varietas padi ampibi yang dapat ditanam di lahan basah dan kering tentu sangat cocok bila dikembangkan di lokasi yang spesifik seperti eks tambang.
Kegigihan meyakinkan petani dalam memanfaatkan lahan tidur eks tambang beralih fungsi selama 20 tahun bukanlah hal yang mudah.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
