Baru 18.277 Petani Lampung Terdaftar dalam Kartu Petani Berjaya
lampung@rilis.id
Lampung Tengah
RILISID, Lampung Tengah — Program kartu petani berjaya (KPB) resmi diluncurkan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah (Lamteng), Selasa (6/10/2020).
Peluncuran KPB tahap pertama ini dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Forkopimda Lampung.
Dalam paparannya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengungkapkan sebanyak 18.277 petani sudah terdaftar dalam KPB tahap pertama.
Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung menunjukkan pada Februari 2017 tercatat sekitar 1,97 juta penduduk bekerja di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan.
Menurut Arinal, peluncuran KPB di Kecamatan Trimurjo karena lokasi tersebut adalah pusat pembenihan padi seluas 1.000 hektare, di mana benih yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan petani Lampung dan wilayah Sumatera Selatan.
"KPB adalah suatu program yang menghubungkan semua kepentingan pertanian dengan tujuan mencapai kesejahteraan petani dan semua pihak yang terlibat dalam proses pertanian secara bersama-sama," kata Arinal.
Ketua Tim KPB Lampung Prof Yusuf Sulfarano Barusman mengharapkan KPB bisa meningkatkan nilai tukar petani (NTP), meningkatkan keuntungan usaha tani, efisiensi usaha tani dan peningkatan produksi serta produktivitas pertanian.
"Adapun pihak yang dilibatkan dalam KPB yakni petani, distributor sarana produksi, poktan, penyuluh, kios, lembaga keuangan, pembeli, para ahli dan pemerintah daerah," ujarnya.
Sementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo menyatakan pertanian Lampung sudah sangat baik dan juga membawa kebaikan untuk kemajuan Indonesia.
Menurutnya, sumbangan sektor pertanian untuk ekspor adalah sebesar Rp 158 triliun dan tidak pernah mengalami penurunan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
